[Puisi] Miris Jejak Setapak Kerajaan Linge
Nurisma Suardi Putri
Di atas keagungan kalian diabaikan
Dengan keindahan kalian dilupakan
Adat dan budaya yang kalian perjuangkan
menjadi kenangan yang seakan dilupakan
Anak dari keturunan kalian
Menyaksikan pembantaian
Yang bukan melalui perlawanan
Tapi pengabaian
Miris…
Léng … Léngé… Linge…
Léng… Léngé… Linge…
Léng… Léngé … Linge…
Kalian diabaikan
Kalian dilupakan
Dan kalian sudah ditelantarkan
Ketika luka ini yang seakan menggambarkan
Bentuk kewajiban yang harus diperjuangkan
Kami hadir sebagai generasi bumi
Dari kepedulian kami dilahirkan
Dengan cinta dan kesadaran kami dibesarkan
Melestarikan budaya Gayo perjuangan kami
Untuk mengembalikan jati diri kami
Muyang datu kami saksikanlah
Perjuangan kami
Bak ata yang kehabisan air mata
Menyisakan titisan darah
Bak perahu di tengah laut
Yang menantikan angin meniupnya ke tepi
Semua seakan menjauh
Dengan Bersamaan
Bertahan dalam kesepian
Dan melihat mereka
Bertahan Karena mimpi
Kenyataan seakan menepi
Hilang tak terlihat lagi
Perjuangan yang hampir mati
Memulai sesuatu yang sudah dimulai
Ragu bercampur pilu
Tidak peduli hidup dan mati
Dengan tujuan berbakti
Langkah kami harus tetap maju
Bukan tentang siapa diri kami
Tapi karena makna kehidupan kami
Tentang apa perjuangan kami
Tidak akan mundur walau hancur
Kami percaya besarnya bangsa
Karena budayanya
Dan hacurnya budayanya akan menghadirkan bangsanya
Awal Linge
Asal Serule
Manis ni peri
Nume karena rupe sibelangi
Tapi karena imen atan perbuten siturah itetahi
Ike sibijak kin perawah
Keta si kuet kin penemah
Ike sisalah keta kite petetah
Kin sibenarré kite bepapah
Laingmu si kami tunungen
Orom edet mu si kami amaten
Ari Karna kaul niaté kami sawahen
Buge kami nguk mununung perjuangen
Buge tuahmu murip i atan tuah ni kami
Takengon, November 2021
[SY]





