SAYA PERNAH BERDIRI DI BELAKANG BAPAK, HARI INI SAYA BERDIRI DI DEPAN UNTUK MENGINGATKAN
Kepada Yth.
Bapak Haili Yoga
Bupati Aceh Tengah
Pak Bupati,
Ini adalah lanjutan dari apa yang sebelumnya saya sampaikan kepada publik.
Saya memilih surat terbuka karena komunikasi langsung dengan Bapak tidak selalu mudah. Maka saya menyampaikan pandangan ini secara terbuka agar pesan yang ingin saya sampaikan dapat didengar dan dipertimbangkan.
Saya pernah mendukung Bapak dalam Pilkada. Saya ikut menandatangani surat dukungan pencalonan Bapak dan ikut mengantarkannya ke KIP Aceh Tengah.
Karena itu, saya merasa memiliki beban moral terhadap masyarakat yang pernah saya ajak untuk percaya, termasuk terhadap 14.666 suara yang diperoleh Partai NasDem pada Pileg Aceh Tengah.
Ketika melihat Bapak turun langsung menegur pelajar yang bermain domino pada jam sekolah, saya tidak mempersoalkan tindakan menegakkan disiplin.
Yang saya persoalkan adalah skala prioritas seorang Bupati.
Pelajar yang melanggar tentu harus dibina. Tetapi untuk itu ada guru, kepala sekolah, pengawas dan Dinas Pendidikan.
Bupati bukan guru piket.
Seorang Bupati harus memastikan sistem bekerja, sementara energinya diarahkan pada persoalan yang membutuhkan keputusan seorang kepala daerah.
Aceh Tengah masih menghadapi pekerjaan besar pascabencana.
234.710 jiwa terdampak, 4.426 rumah rusak, 4.100 hektare lahan cabai dan 2.787 hektare sawah terdampak, 306 ruas jalan, 179 jembatan dan 130 jaringan irigasi mengalami kerusakan.
Sebanyak 12.637 hektare kebun kopi Arabika juga terdampak.
Di sisi lain, inflasi Aceh Tengah pada Desember 2025 mencapai 8,90 persen, sementara sekitar 31,85 ribu penduduk masih berada dalam kemiskinan pada 2024.
Itu pekerjaan rumah yang membutuhkan kepemimpinan Bupati.
Begitu pula dengan dinamika birokrasi. Publik melihat pengunduran diri Sekda dan sejumlah pejabat. Saya tidak ingin berspekulasi mengenai alasan mereka, tetapi situasi ini seharusnya menjadi bahan introspeksi.
Aceh Tengah membutuhkan birokrasi yang solid dan pemimpin yang mampu menerima masukan, termasuk masukan yang tidak menyenangkan.
Pak Bupati,
Saya tidak meminta Bapak menutup mata terhadap pelanggaran siswa.
Saya hanya berharap energi seorang Bupati digunakan untuk menyelesaikan persoalan yang tidak bisa diwakilkan.
Karena rakyat tidak memilih Bupati untuk mengetahui seberapa banyak kesalahan yang dilakukan rakyat.
Rakyat membutuhkan Bupati untuk menyelesaikan sebanyak-banyaknya masalah yang mereka hadapi.
Jangan sampai domino di tangan beberapa pelajar lebih cepat mendapatkan perhatian daripada jalan yang rusak, jembatan yang belum pulih, lahan pertanian yang terdampak, harga yang meningkat dan keluarga yang masih berjuang bangkit setelah bencana.
Saya pernah berdiri di belakang Bapak ketika Pilkada.
Hari ini saya berdiri di depan untuk mengingatkan.
Dan saya siap mempertanggungjawabkan setiap kata yang saya sampaikan kepada rakyat yang memberikan kepercayaan kepada kami.
Sebab pada akhirnya, jabatan adalah amanah.
Kita tidak hanya akan dimintai pertanggungjawaban oleh rakyat, tetapi juga oleh Tuhan Yang Maha Esa atas setiap amanah yang kita terima dan setiap keputusan yang kita ambil.
Hormat saya,
Ricky Arasendi
Sekretaris DPD Partai NasDem Aceh Tengah





