Bukit Mulie, Seribu Potensi Wisata di Kaki Bur Cempege Bener Meriah

oleh

LAMPAHAN-LintasGAYO.co : Camat Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah, Budi Nugroho mengapresiasi gagasan warga Bukit Mulie (dulu dikenal dengan nama Balokan) yang menggagas dikelolanya potensi wisata dalam wilayah kampung tersebut.

Hal ini diutarakan dalam arahannya dihadapan warga saat mengunjungi air terjun (tensaran:Gayo-red) Cempege yang berlokasi di kawasan hutan di kampung tersebut, Sabtu 29 Mei 2021.

“Wacana ini sangat baik, ini harus didukung,” ujar Camat ini.

Disampaikan, diperlukan persamaan persepsi dan koordinasi yang baik antara Pemerintahan Kampung dengan Lembaga Pengelola Hutan Kampung (LPHK) Bukit Mulie untuk percepatan pengelolaan hutan kampung yang diusulkan ke Kementerian LH dan Kehutanan.

“Pendampingan LPHK Bukit Mulie melalui WALHI merupakan langkah strategis yang harus kita dukung secara bersama-sama,” tegasnya.

Lebih jauh disampaikan, sinergisitas diperlukan antara aparatur Kampung Bukit Mulie/Balokan dengan Lembaga Pengelola Hutan Kampung (LPHK) yang mayoritas adalah pemuda-pemudi dalam rangka melaksanakan konsep perhutanan sosial berbasis ekologi dan pengelolaan kawasan hutan lestari.

“Konsep Desa Wisata berbasis Perkebunan Kopi, Ekologi dan Ecopark harus betul betul mempunyai konsep atau blueprint yang terencana dan terukur baik jangka pendek, menengah maupun panjang,” pungkas Camat Budi.

Sementara, pegiat wisata yang turut hadir mendampingi Camat tersebut, Khalisuddin menyatakan konsep pengembangan wisata tidak sulit dan rumit, cuma bagaimana cara bikin senang wisatawan yang datang.

Tentunya harus dipromosikan lebih dulu dengan diawali sedikit penataan.

“Bagi kami orang yang datang, kampung ini sudah menjadi destinasi wisata dengan beribu potensi, mulai dari kopi, view Burni Telong, Bur Cempege, hutan, air terjun, akses serta keramahan warga.  Tinggal bagaimana kita mempromosikannya terutama dengan media sosial, anak-anak muda digaris terdepan sebagai duta wisatanya,” ujar pimpinan Gayo Adventure yang mengelola arung jeram Lukup Badak Takengon ini.

Terkait penataan, dia berharap agar dihindari sentuhan yang tidak natural dan tidak merusak lingkungan.

“Hingga bahan bangunan seng, beton, plastik dan cat warna warni serta lingkungan bersih sampah,” harapnya.

Selanjutnya, pemerhati lingkungan, Surahman yang juga diminta menyampaikan arahannya berharap agar warga mensyukuri serpihan syurga yang ada di Bukit Mulie.

“Syukuri serpihan syurga ini dengan mengelolanya dengan kekompakan menjadi sumber rezeki tanpa  merusaknya,” pinta Surahman.

Turut hadir di acara temu ramah di air terjun Cempege tersebut, Ketua LPHK Linge Lestari Fauzi, Reje Kampung setempat Inur Basri, Ketua LPHK Bukit Mulie Indra, serta dukungan mobilisasi komunitas offroad Jimny. [Ril]

Comments

comments