Puisi Oleh : Yusuf Alfoba Kenawat
Aku ditampar angin perjalanan
muka kusut dan layu
Matahari pun ikut menyiksa
menyiangi rumah sederhana keringat sendiri
diterangi hari
berpentas langit dan berjejak bumi
Berbeda dengan kawan yang berdasi
rupa ceria bagai tak bernoda
meski menggigil sendiri diterpa isu korupsi
Aku tetap sabar demi hidup yang benar
meski hujan berhali-lintar menyambar
kedamian hidup sederhana menentramkan jiwa
Kesabaran adalah aku
yang menerima apa adanya takdir Tuhan Maha Kuasa
karena bila ajal tiba
saat inipun aku akan menerima
Hingga puisi ini pun akan dituntaskan
dengan Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun [SY]
Agustus, 2015





