Ya Allah, Sembuhkanlah sahabat kami “Sahelta”

oleh
Sahelta (foto : fb)
Sahelta (foto : fb)

Salah seorang korban runtuhnya tanah dan batu di kawasan Retak dusun Lelabu kampung Mendale Kecamatan Kebayakan Aceh Tengah, Senin 31 Maret 2014 lalu yang sempat dikabarkan kritis, Sahelta Bahria sedang di rawat intesif di RSU Zainal Abidin Banda Aceh. Dia ternyata sosok pemuda yang diidolakan di Nunang Antara Kecamatan Bebesen Aceh Tengah.

Seperti dimata Zuliana Ibrahim, teman sejak kecil Sahelta, menuturkan jika ketua pemuda ini dikenal peramah dan supel. Dirinya juga dikenal sebagai sosok yang memiliki kepribadian yang sederhana dan berjiwa kepemimpinan (leadership) yang baik.

“Dia sahabat saya sejak kecil,” kata Zuliana Ibrahim, Rabu 2 April 2014. Dia mengaku sedih atas musibah yang menimpa temannya tersebut. Dan berharap Sahelta pulih kembali seperti sedia kala.

“Dia kini tengah berjuang menahan rasa sakit akibat hantaman dan himpitan batu dan tanah yang runtuh dari sisi selatan jalan Danau Lut Tawar, kami ingin dia bisa kembali melakukan aktivitas bersama masyarakat Nunang Antara,” kata Zuliana Ibrahim.

Diceritakan, organisasi kepemudaan di Kampung Nunang Antara sempat vakum beberapa tahun belakangan ini. Saat itu Sahelta, dan beberapa teman lainnya juga Zuliana sedang menempuh pendidikan di luar daerah. Suhelta di Banda Aceh.

“Begitu kami sudah kembali ke Takengon, Sahelta menggagas hidupnya kembali organisasi kepemudaan di kampung kami, dia mengajak beberapa teman lainnya termasuk saya, dan saat ini organisasi kepemudaan di kampung kami telah eksis kembali,” kata Ana panggilan akrab salah seorang kurator sastra LintasGayo ini.

Dimatanya, Sahelta adalah salah satu sahabat terbaiknya, melihat kondisi yang tengah dialaminya saat ini, Zuliana bersama pemuda-pemudi Kampung Nunang Antara mengharapkan pulihnya Sahelta seperti sediakala.

“Kami selalu berdo’a untuk kesembuhan sahabat kami Sahelta Bahria, semoga dia bisa melewati masa-masa sulit yang tengah dialaminya saat ini, dan bisa melaksanakan aktivitasnya kembali ditengah-tengah masyarakat Nunang Antara,” harap Zuliana Ibrahim.

Hingga saat musibah itu terjadi, Sahelta tercatat sebagai tenaga honorer di Puskesmas Bebesen. Dia anak kedua dari empat bersaudara dengan nama ayah Hasmadi.

Kondisi Sahelta

Sementara kondisi Sahelta Zuhrika yang merupakan paman dari Sahelta Bahria saat dihubungi LintasGayo.co, Kamis (3/4/2014), saat ini sudah dilakukan operasi pada bagian tulang kaki yang patah. Sahelta mengalami patah tebu dibagian paha, namun belum dipasang ven. Sedangkan keadaan Sahelta saat ini belum sadar 100 persen.

“Sadar 100 persen belum, namun saat saya berpamitan pulang ke Takengon tadi pagi terlihat ada anggukan yang menyatakan iya kepada saya, itu berarti dia mendengar ucapan saya, meskipun matanya masih tertutup,” kata Zuhrika, sekaligus berharap, ponakan (Until : Gayo) nya itu bisa segera sadar dan pulih seperti semula.

(Darmawan Masri)

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.