[Puisi] Menyeringai Seduan Kopi Salman Yoga S Menyeringai hidungku mencium daun bunga yang mengembang Ketika langit memerah menggambar awan di permukaan danau
[Puisi] Idul Fitri Untuk Ibu
[Puisi] Idul Fitri Untuk Ibu Anjun Terngiang aku akan istana Di lorong sempit dihimpit pagar Tempat pertama kaki memijak Tatkala senyuman polos
[Puisi] Palestina Airmataku Beku
[Puisi] Palestina Airmataku Beku Robi Sugara Termenungkah kita saat Palestina jatuh merobek tanah Menangiskah kita ketika tubuh para syuhada menjadi abu Anak-anak
[Puisi] Kita Adalah Susunan Tulang Berbalut Daging
[Puisi] Kita Adalah Susunan Tulang Berbalut Daging Mahbub Fauzie Sambil tiduran istirahat Kupandang langit dari balik lembaran atap gubuk ladang Sadar seketika
[Puisi] Hari Kemenangan
[Puisi] Hari kemenangan Anjun Garis finis telah aku pijak Setelah satu purnama melangkah Melampaui medan kerikil terjal Tapak kaki dilumuri duri tajam
[Puisi] Menganyam Dalam Sajadah
[Puisi] Menganyam Dalam Sajadah Robi Sugara Masih merajut ribuan berkah Dari bulan yang begitu megah Namun entahlah esok apakah masih berlayar kuat
[Cerpen] Rindu Ibu
Oleh : Rizki Saradi* Lagi, dan lagi. Ini menjadi tahun kedua untuk dilarangnya mudik ketika hari raya Idul Fitri tiba. Rindu tahun
- Sebelumnya
- 1
- …
- 65
- 66
- 67
- …
- 213
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.







