Telusuri Jejak Leluhur Gayo, Mahasiswa IAIN Takengon Kunjungi Situs Loyang Mendale

oleh

TAKENGON-LintasGAYO.co : Sejumlah mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon melakukan kunjungan edukatif ke situs sejarah Gua Loyang Mendale, Aceh Tengah, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari praktik lapangan mata kuliah Literatur Budaya Gayo yang bertujuan memperdalam pemahaman mahasiswa tentang sejarah dan warisan budaya masyarakat Gayo.

Salah satu mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Siti Naila Azura, mahasiswi semester I IAIN Takengon. Bersama rekan-rekannya, ia menelusuri jejak sejarah di situs purbakala yang menyimpan bukti penting kehidupan manusia pada masa lampau di Dataran Tinggi Gayo.

Kegiatan ini didampingi langsung oleh dosen pengampu mata kuliah, Dr. Almusanna, M.Ag, Kunjungan tersebut juga mendapat dukungan dari keluarga besar Museum Negeri Gayo, yang turut memberikan pendampingan dan pemaparan materi sejarah kepada para mahasiswa selama kegiatan berlangsung.
Menggali Sejarah dan Asal-Usul Leluhur Gayo

Gua Loyang Mendale dipilih sebagai lokasi pembelajaran karena memiliki nilai historis dan arkeologis yang penting bagi masyarakat Dataran Tinggi Gayo.

Situs ini dikenal sebagai salah satu lokasi penemuan sisa-sisa manusia purba beserta artefak yang memberikan gambaran tentang kehidupan masyarakat pada masa lampau.

Temuan arkeologis di Loyang Mendale menjadi sumber penting untuk menelusuri sejarah kehidupan manusia di kawasan tersebut serta memahami perkembangan kebudayaan masyarakat Gayo dari masa ke masa.

Dr. Almusanna, M.Ag. menjelaskan bahwa proses pembelajaran tidak seharusnya hanya berpusat pada teori dan teks di dalam kelas. Mahasiswa juga perlu mengamati secara langsung berbagai bukti sejarah dan budaya yang ditemukan di lapangan.

“Melalui kunjungan ke Loyang Mendale ini, mahasiswa dapat menyelaraskan teori literatur yang mereka pelajari di bangku perkuliahan dengan bukti autentik di lapangan. Kami ingin menumbuhkan rasa memiliki dan kebanggaan terhadap identitas budaya Gayo,” ujar Dr. Almusanna.
Kolaborasi IAIN Takengon dan Museum Negeri Gayo

Pembelajaran lapangan ini semakin bermakna dengan keterlibatan Museum Negeri Gayo. Perwakilan museum memberikan penjelasan mengenai sejarah penemuan situs, kondisi lapisan tanah, serta berbagai artefak yang ditemukan di kawasan Loyang Mendale.

Pemaparan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan secara langsung dari sumber yang memahami sejarah dan peninggalan budaya setempat.

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di ruang perkuliahan, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar kontekstual melalui pengamatan dan diskusi di lokasi bersejarah.

Kolaborasi antara IAIN Takengon dan Museum Negeri Gayo diharapkan dapat terus berlanjut dalam upaya memperkuat pendidikan sejarah dan pelestarian budaya lokal. Kegiatan semacam ini juga menjadi salah satu langkah untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga warisan sejarah dan budaya di Aceh Tengah.

Menumbuhkan Kebanggaan terhadap Budaya Gayo

Kegiatan kunjungan edukatif berlangsung dalam suasana interaktif. Para mahasiswa mengikuti pemaparan materi, berdiskusi, serta mendokumentasikan kegiatan di kawasan situs sejarah Gua Loyang Mendale.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami pentingnya penelitian dan pelestarian warisan budaya sebagai bagian dari identitas masyarakat Gayo.

Pengalaman belajar langsung di situs bersejarah juga diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian generasi muda untuk mengenal, menjaga, dan mewariskan kekayaan budaya daerah kepada generasi berikutnya.

Kunjungan tersebut menjadi pengingat bahwa sejarah tidak hanya tersimpan dalam buku, tetapi juga hadir melalui situs, artefak, dan peninggalan masa lalu yang perlu terus dipelajari serta dilestarikan.

Bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, menggali sejarah dan asal-usul leluhur Gayo memiliki manfaat penting dalam membangun jati diri, memperkuat karakter, serta menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap budaya daerah.

Melalui pembelajaran langsung di situs bersejarah seperti Gua Loyang Mendale, mahasiswa dapat memahami bahwa warisan leluhur bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan sumber pengetahuan yang perlu dikaji secara kritis dan ilmiah.

Pemahaman tersebut diharapkan mampu mendorong generasi muda untuk berperan aktif dalam mendokumentasikan, melestarikan, dan memperkenalkan kekayaan sejarah serta budaya Gayo kepada masyarakat luas, sehingga identitas dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

[SP]

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.