TAKENGON-LintasGAYO.co : Jamaah Subuh Masjid Jami Al-Fajar Kampung Merah Muyang, Kecamatan Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah, menyalurkan santunan kepada 18 anak yatim, Jumat (16/10/2026), bakda salat Jumat.
Kegiatan sosial ini merupakan hasil inisiatif Jamaah Subuh Masjid Al-Fajar yang menghimpun dana melalui gerakan Sedekah Subuh dan donasi masyarakat Kampung Merah Muyang. Gerakan pengumpulan dana tersebut telah berlangsung selama lima bulan hingga akhirnya dapat diwujudkan dalam bentuk santunan bagi anak-anak yatim di kampung setempat.
Tokoh masyarakat Merah Muyang, H. Syarifudin Mas Rinang, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut terinspirasi oleh gerakan peduli anak yatim dan fakir miskin yang dilakukan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Agung Ruhama Takengon.
Menurutnya, gerakan tersebut menjadi motivasi bagi Jamaah Subuh Masjid Al-Fajar untuk menghadirkan kepedulian sosial yang nyata di tengah masyarakat.
Pesan kepedulian terhadap anak yatim juga disampaikan H. Syarifudin dalam khutbah Jumat sebelum pelaksanaan santunan. Ia mengulas kandungan Surah Al-Ma’un yang mengingatkan umat Islam agar tidak mengabaikan anak yatim dan orang miskin.
Pesan serupa kembali diperdalam oleh Kepala KUA Kecamatan Atu Lintang, Mahbub Fauzie, S.Ag., M.Pd., dalam kesempatan tersebut. Ia mengajak jamaah memahami Surah Al-Ma’un bukan sekadar bacaan dalam salat, melainkan pedoman untuk membangun kepedulian sosial dan membuktikan keimanan melalui tindakan nyata.
Surah Al-Ma’un memberikan peringatan terhadap orang yang menghardik anak yatim, tidak mendorong untuk memberi makan orang miskin, serta lalai dalam salat dan enggan memberikan bantuan. Pesan ini menegaskan bahwa kesalehan tidak cukup diukur dari ibadah ritual, tetapi juga harus tercermin dalam kepedulian dan kebermanfaatan bagi sesama.
Dalam kesempatan itu, Mahbub juga menyampaikan pesan khusus kepada anak-anak yatim agar tetap semangat belajar, tekun beribadah, menjaga akhlak, dan mulai merintis masa depan dengan penuh optimisme.
Ia mengingatkan agar anak-anak yatim tidak berkecil hati dengan keadaan yang mereka hadapi. Kehilangan ayah bukan alasan untuk menyerah atau merasa rendah diri, sebab setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh, berkembang, dan meraih cita-cita.
“Anak-anakku, rajinlah belajar, hormati guru, sayangi teman, dan jangan pernah berhenti bermimpi. Jaga salat lima waktu, bacalah Al-Qur’an, berdoalah kepada Allah SWT, serta hormati ibu dan orang-orang yang menyayangi kalian. Masa depan yang baik harus dirintis sejak sekarang melalui ilmu, ibadah, akhlak yang mulia, disiplin, dan kerja keras,” pesannya.
Mahbub menegaskan bahwa anak-anak yatim bukan hanya penerima santunan hari ini, melainkan generasi penerus yang kelak diharapkan tumbuh menjadi pribadi mandiri, berilmu, beriman, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Jangan malu menjadi anak yatim dan jangan pernah merasa masa depan kalian tertutup. Teruslah melangkah, belajar, beribadah, dan berjuang. Hari ini kita mendoakan dan membantu kalian, insyaallah kelak kalian tumbuh menjadi orang-orang yang mampu menebarkan kebaikan dan membantu sesama,” ungkapnya.
Mahbub turut mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Jamaah Subuh Masjid Al-Fajar serta seluruh warga yang telah berpartisipasi dalam gerakan tersebut.
“Gerakan ini patut diapresiasi dan diharapkan menjadi inspirasi bagi kampung-kampung lain di Kecamatan Atu Lintang. Kepedulian terhadap anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan merupakan tanggung jawab bersama. Insyaallah, setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan menjadi amal jariah dan membawa keberkahan,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa masjid memiliki peran strategis sebagai pusat ibadah sekaligus pusat pemberdayaan dan kepedulian sosial. Gerakan Sedekah Subuh yang dikelola secara konsisten dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan budaya berbagi, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Reje Kampung Merah Muyang, Tgk. Mahmuda, Imam Kampung, Tgk. S. Maduri, tokoh masyarakat, serta jamaah Masjid Al-Fajar.
Penyaluran santunan berlangsung lancar dan penuh kebersamaan. Setelah kegiatan, para jamaah, tokoh masyarakat, dan anak-anak yatim juga makan siang bersama sebagai wujud keakraban dan perhatian terhadap sesama.
Melalui gerakan ini, Jamaah Subuh Masjid Al-Fajar berharap kepedulian sosial dapat terus tumbuh menjadi budaya masyarakat. Santunan tersebut bukan hanya bentuk bantuan, melainkan juga perwujudan pesan Surah Al-Ma’un bahwa keimanan harus melahirkan kepedulian, kasih sayang, dan tindakan nyata bagi mereka yang membutuhkan.
Gerakan ini sekaligus menjadi bukti bahwa dari masjid, semangat berbagi dapat tumbuh, menggerakkan masyarakat, dan menghadirkan harapan bagi anak-anak yatim. Lebih dari sekadar santunan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perhatian, pendidikan, doa, dan dukungan masyarakat merupakan bekal penting bagi anak-anak yatim untuk menata masa depan mereka.
[Abu Alfaiz]





