TAKENGON-LintasGAYO.co : Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Makmur Dusun Gedung Tengah, Kampung Paya Dedep, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, menggelar rapat rutin triwulan III, Jumat sore, 25 September 2026.
Rapat yang dipimpin Ketua Poktan Ngudi Makmur, Eko Kundariyanto, tersebut menjadi momentum bagi anggota untuk melakukan evaluasi kegiatan kelompok, memperkuat koordinasi, sekaligus menyusun rencana kegiatan dan kebutuhan pertanian ke depan.
Dalam arahannya, Eko Kundariyanto mengharapkan seluruh anggota terus menjaga kekompakan, kesolidan, dan meningkatkan rasa tanggung jawab dalam menjalankan kegiatan kelompok.
Menurutnya, keberadaan kelompok tani bukan sekadar wadah administratif, tetapi juga menjadi sarana membangun kebersamaan, saling membantu, dan meningkatkan kesejahteraan anggota.
Poktan Ngudi Makmur memiliki sejarah yang cukup panjang. Kelompok tani ini telah berdiri sejak 1982 dan mengalami pembaruan kelembagaan pada 2007. Hingga kini, kelompok tersebut tetap aktif serta tertib dalam administrasi dan pembinaan.
“Kelompok ini sudah cukup lama berdiri. Karena itu, kekompakan dan tanggung jawab anggota harus terus dijaga agar kelompok tetap hidup dan memberikan manfaat bagi seluruh anggota,” ujar Eko dalam pertemuan tersebut.
Rapat turut dihadiri Reje Kampung Paya Dedep, Suyoto. Dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Jagong Jeget hadir Koordinator BPP Paiman, MP, bersama penyuluh pertanian Suprihono, SP dan Nurul Arifin, SP.
Selain evaluasi kegiatan kelompok, pertemuan kali ini juga dimanfaatkan untuk menyusun e-Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pupuk bersubsidi tahun 2027. Penyusunan RDKK tersebut dipandu dan difasilitasi oleh BPP Kecamatan Jagong Jeget.
Melalui penyusunan RDKK, kebutuhan pupuk anggota kelompok dapat direncanakan secara lebih tertib sesuai dengan luas lahan, komoditas, dan kebutuhan usaha tani masing-masing anggota.
Dalam kesempatan yang sama, para anggota juga mendapatkan bimbingan aplikasi ZWA (Jaddam Wetting Agent) dari penyuluh pertanian. Bimbingan tersebut menjadi bagian dari pendampingan kepada petani agar memahami penggunaan dan aplikasi bahan pendukung pertanian tersebut secara tepat sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi lahan.
Poktan Ngudi Makmur selama ini cukup aktif mengembangkan berbagai sektor usaha pertanian. Kegiatan anggota tidak hanya bergerak pada perkebunan kopi, yang menjadi salah satu komoditas unggulan dataran tinggi Gayo, tetapi juga mencakup hortikultura dan peternakan.
Keberagaman usaha tersebut menjadi potensi penting dalam memperkuat ekonomi anggota. Karena itu, pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan dari BPP dan para penyuluh pertanian diharapkan terus mendorong peningkatan produktivitas serta pengembangan usaha tani yang lebih baik.
Pertemuan rutin tiga bulanan juga menjadi ruang komunikasi antara petani, pengurus kelompok, pemerintah kampung, dan penyuluh pertanian. Berbagai persoalan yang dihadapi petani dapat dibahas bersama, sekaligus menjadi ruang untuk menyusun kebutuhan dan rencana kelompok secara lebih terarah.
Dengan usia kelembagaan yang telah mencapai puluhan tahun, Poktan Ngudi Makmur menunjukkan bahwa kelompok tani dapat terus bertahan ketika dibangun di atas kebersamaan, administrasi yang tertib, pembinaan berkelanjutan, serta tanggung jawab para anggotanya.
Semangat tersebut diharapkan terus dipertahankan sehingga Poktan Ngudi Makmur tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya para petani, tetapi juga menjadi kekuatan bersama dalam mengembangkan pertanian, perkebunan kopi, hortikultura, dan peternakan di Kampung Paya Dedep, Kecamatan Jagong Jeget.
[Mahbub Fauzie]





