TAKENGON-LintasGAYO.co : Siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Aceh Tengah, Khairil Alfansa, tembus babak 30 besar nasional ajang OMI Riset 2026. Ia dijadwalkan mengikuti tahap presentasi final di tingkat nasional pada 13–15 November 2026 mendatang.
Khairil lolos setelah proposal penelitiannya yang berjudul Model Resiliensi Ekosistem Kopi Gayo: Integrasi Fikih Lingkungan Dan Agroforestri Adaptif Di Kabupaten Aceh Tengah dinilai unggul oleh dewan juri. Riset ini memadukan sains pertanian modern dengan etika keagamaan guna mengatasi krisis ekologis yang mengancam perkebunan kopi Arabika di dataran tinggi Gayo.
Guru Pembimbing Riset, Musaradi, S.Pd., Gr., menjelaskan bahwa riset ini dilatarbelakangi oleh kenaikan suhu mikroiklim yang memicu migrasi hama Penggerek Buah Kopi (PBK) ke elevasi lebih tinggi, yakni 1.400 mdpl, serta cuaca ekstrem yang menurunkan kualitas biji kopi.
Untuk mengatasinya, Khairil menawarkan solusi ganda yaitu penerapan agroforestri menggunakan pohon pelindung Lamtoro (rasio 4:1) yang terbukti menurunkan suhu kebun 2–4°C dan meningkatkan penyerapan air.
“Solusi selanjutnya yaitu penguatan kesadaran konservasi melalui Fiqh al-Bi’ah (Fikih Lingkungan) dan Fatwa MPU Aceh Nomor 4 Tahun 2019 tentang pelarangan perusakan lingkungan,” jelas Khairil.
Kepala MTsN 3Aceh Tengah, Ihsan Fahri, S.Ag., M.Pd mengatakan sangat bangga salah seorang siswanya bisa tembus 30 besar nasional.
“Sekarang, kita fokus pada pemantapan materi presentasi, penguasaan argumentasi ilmiah, simulasi sesi tanya jawab, serta pemantapan mental bertanding. Langkah ini diambil agar Khairil siap mempertahankan gagasannya secara meyakinkan di hadapan dewan juri nasional, ” jelas Ihsan Fahri.
Ihsan Fahri mendukungan penuh kegiatan ini mulai dari pemantapan materi presentasi, simulasi tanya jawab, hingga akomodasi keberangkatan tim menuju babak final.
Secara terpisah Kasi Pendidikan Madrasah, Syahria Putraga, M.Pd mengatakan prestasi ini membuktikan bahwa siswa madrasah tidak hanya unggul dalam pemahaman ilmu agama (tafaqquh fiddin), tetapi juga mampu berpikir kritis, saintifik, dan melahirkan solusi konkret atas permasalahan lingkungan hidup serta iklim yang sedang dihadapi oleh daerah.
“Kita mendukung penuh setiap prestasi madrasah baik siswa maupun guru, “jelas Syahria.
Syahria juga memberi semangat dan terus berkomitmen mendorong lahirnya karya-karya inovasi siswa yang berakar kuat pada kearifan lokal Gayo, ilmu pengetahuan modern, serta nilai-nilai ekoteologi Islam.
“Komitmen ini kami realisasikan melalui pembinaan untuk siswa juga guru yang dilakukan secara berkala dengan menggandeng Forum GTK Berdedikasi Intelektual dan Cerdas (BICER), ” pungkas Syahria. [SP/ZR I.Firaz]





