Pasca Bencana, Fauzan Azima Minta masyarakat Gayo dan Pengusaha Lokal Dilibatkan dalam Rehabilitasi dan Rekonstruksi

oleh
Fauzan Azima (Foto : Kayu Kul)

TAKENGON-LintasGAYO.co : Pemerintah diminta memberikan ruang lebih besar kepada masyarakat Gayo dan pengusaha lokal dalam pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Tengah-Tenggara Aceh pada 2025 lalu.

Permintaan tersebut disampaikan Fauzan Azima, inisiator rekonsiliasi di Tanoh Gayo. Menurutnya, pemulihan pascabencana tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus menjadi momentum menghidupkan kembali ekonomi masyarakat.

“Berikan kesempatan sebesar-besarnya kepada masyarakat dan pengusaha lokal untuk mengerjakan proyek rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” kata Fauzan.

Ia mengatakan, bencana telah menyebabkan masyarakat kehilangan rumah, kebun, lahan pertanian, ternak hingga sumber mata pencaharian. Sementara sejumlah jalan dan jembatan yang rusak masih dalam proses pemulihan.

Menurut Fauzan, keterlibatan pengusaha lokal akan membuat anggaran pembangunan lebih banyak berputar di daerah. Pengusaha lokal dapat menyerap tenaga kerja setempat, menggunakan jasa transportasi, membeli kebutuhan proyek dari pemasok lokal serta menyewa peralatan dari masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat lokal hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri,” tegasnya.

Fauzan menilai pemerintah dapat memberikan ruang kepada masyarakat dan kontraktor lokal melalui pola kerja sama atau konsorsium dengan perusahaan yang memiliki kapasitas lebih besar, dengan tetap mengikuti aturan pengadaan, standar teknis, transparansi dan akuntabilitas.

Ia menegaskan keberpihakan kepada masyarakat dan pengusaha lokal bukan berarti mengabaikan kualitas pekerjaan. Sebaliknya, kontraktor lokal harus dituntut profesional, tepat waktu dan bertanggung jawab terhadap mutu pembangunan.

“Jangan sampai jalan dibangun, tetapi ekonomi rakyat tetap hancur. Jangan sampai jembatan selesai, tetapi masyarakat di sekitarnya tetap kehilangan pekerjaan,” ujarnya.

Fauzan berharap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues dan Aceh Tenggara menjadi bagian dari pemulihan menyeluruh.

“Membangun kembali Gayo bukan hanya soal beton, aspal dan jembatan. Membangun kembali Gayo berarti menghidupkan kebun, memulihkan lahan pertanian, membuka lapangan kerja dan memastikan uang pembangunan berputar di tengah masyarakat,” katanya.

Karena itu, ia mengusulkan prinsip sederhana dalam pembangunan pascabencana: bangun infrastrukturnya, hidupkan ekonominya dan libatkan masyarakat dan pengusaha lokal.

Menurutnya, setelah bencana masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan, tetapi juga kesempatan untuk kembali bekerja, berusaha dan berdiri di atas kaki sendiri.

[SP]

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.