JAKARTA-LintasGAYO.co : Asosiasi Startup for Industry Indonesia (STARFINDO) Periode 2026-2029 menyiapkan arah baru untuk memperkuat daya saing startup industri Indonesia didunia Internasional. Salah satunya, mencakup hilirisasi inovasi, akses investasi, hingga peluang masuk ke rantai pasok global.
STARFINDO menilai inovasi yang dihasilkan startup perlu diarahkan agar dapat digunakan secara nyata oleh sektor industri.
Kepengurusan Starfindo dipimpin oleh Maulana Wiga, Putra Aceh. Ia resmi dilantik oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, pada 6 Agustus 2026.
“Kolaborasi lintas sektor antara pelaku startup, industri, investor, pemerintah dan institusi pendidikan untuk mempercepat adopsi teknologi,” kata Maulana, dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (8/8/2026).
STARFINDO akan memperluas peluang kerja sama antara startup dengan investor dan perusahaan industri. Hal ini diharapkan dapat membantu startup memperoleh pendanaan sekaligus meningkatkan kapasitas produksi.
“STARFINDO tidak hanya berperan sebagai wadah pengembangan talenta muda, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong transformasi digital,” kata Menperin Agus Gumiwang.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai penguatan organisasi startup menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung transformasi industri nasional. Menurutnya, pengembangan startup tidak hanya diukur dari jumlah perusahaan rintisan yang lahir, tetapi juga dari kemampuannya bertahan, berkembang, dan memberikan kontribusi terhadap produktivitas industri.
Agus mengatakan organisasi seperti STARFINDO dapat menjadi mitra pemerintah dalam mendorong inovasi, transformasi digital, dan pengembangan sumber daya manusia di sektor industri.
[Fa]





