BPJN Aceh Jangan Bunuh Harapan Rakyat Gayo

oleh

Oleh: Muslim Aman Punce*

Senin, 22 Juni 2026, kehadiran tim BPJN Aceh yang menutup akses Jalan Tajuk Enang-Enang dan melarang kelanjutan pembangunan telah melukai perasaan masyarakat wilayah tengah Aceh.

Jalan yang dipelopori pembukaannya oleh Bapak Sahrial Abadi tersebut dibangun dengan penuh perjuangan dan semangat gotong royong, serta mendapat dukungan dan donasi dari berbagai pihak.

Terbukanya akses Enang-Enang telah memberikan kemudahan bagi masyarakat pengguna jalan, memperpendek jarak tempuh, serta membuka peluang ekonomi bagi warga Takengon dan Bener Meriah.

Terkait : Demi Keselamatan, BPJN Aceh Tutup Jalan Tajuk Enang-Enang

Karena itu, penghentian pembangunan dan penutupan akses tersebut menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat.

Kami bukan meminta sesuatu yang berlebihan. Kami hanya ingin hak kami sebagai rakyat Indonesia untuk mendapatkan akses dan pemerataan pembangunan. Jangan bunuh harapan masyarakat Gayo.

Masyarakat berharap pemerintah pusat, Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Aceh dapat memberikan perhatian serius terhadap aspirasi masyarakat dataran tinggi Gayo.

Diharapkan persoalan ini dapat diselesaikan melalui dialog dan kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat, sehingga pembangunan yang telah diperjuangkan dengan susah payah tidak terhenti dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

Kami orang Gayo juga bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jangan tutup mata terhadap penderitaan dan harapan rakyat Gayo yang mendambakan akses jalan yang layak dan pemerataan pembangunan. []

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.