BANDA ACEH-LintasGAYO.co : Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Aceh secara resmi membuka kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Tematik Terpadu Tahun 2026. Upacara pembukaan berlangsung di Lapangan Poltekkes Kemenkes Aceh pada Selasa (4/5/2026), yang menandai dimulainya pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat Kota Banda Aceh.
Sebanyak 863 mahasiswa yang berasal dari 7 jurusan yakni Keperawatan, Kebidanan, Gizi, Kesehatan Gigi, Kesehatan Lingkungan, Farmasi, dan Teknologi Laboratorium Medis (TLM)—akan dikerahkan ke 9 kecamatan. Para peserta akan tersebar di 60 desa dari total 90 desa yang ada di wilayah administratif Kota Banda Aceh.
Wakil Direktur 1 Poltekkes Kemenkes Aceh, Dr. Aripin Ahmad, S.Si.T., M.Kes menyampaikan kegiatan KKL Tematik tahun ini mengusung tema strategis: Percepatan Penurunan Stunting, Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak, serta Pencegahan Penyakit Menular dan Tidak Menular.
Program ini merupakan wujud nyata komitmen institusi dalam mendukung transformasi kesehatan nasional yang dimulai dari unit terkecil di masyarakat.
Berbagai program yang akan dilaksanakan dalam KKL-T Tematik 2026 meliputi pendampingan masyarakat, peningkatan kapasitas kader, screening kesehatan, promosi PHBS dan GERMAS, teknologi tepat guna kesehatan, pemanfaatan TOGA, serta pelayanan kesehatan masyarakat.
Kegiatan yang dilakukan mencakup edukasi MP-ASI dan PMBA, penyuluhan gizi dan kesehatan, peningkatan layanan ANC, edukasi konsumsi TTD bagi ibu hamil dan remaja, penguatan Posyandu ILP, screening penyakit tidak menular, pemeriksaan gizi dan kesehatan gigi, serta edukasi pencegahan penyakit menular seperti TBC, AIDS, dan malaria.
“Selain itu, mahasiswa juga mendorong inovasi kesehatan melalui pemanfaatan teknologi tepat guna, pengelolaan lingkungan sehat, pemanfaatan obat tradisional, dan pengembangan TOGA berbasis pekarangan rumah,” katanya.
Direktur Poltekkes Kemenkes Aceh, Dr. Abdurrahman, S.Kp, M.Pd. menyampaikan bahwa KKL ini adalah cara mahasiswa menjalankan pengabdian masyarakat. Fokus utamanya adalah berkolaborasi dengan warga untuk mencari solusi atas persoalan kesehatan di desa-desa.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Pj Wali Kota Banda Aceh yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, S.STP., M.Si.. Dalam sambutan menyampaikan Ibu Wali Kota Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, S.E. memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Poltekkes Kemenkes Aceh.
“Pemerintah Kota Banda Aceh menyambut baik kehadiran para mahasiswa Poltekkes Kemenkes Aceh. Masalah stunting dan penyakit tidak menular adalah tantangan besar bagi kita. Melalui kolaborasi ini, kami berharap mahasiswa dapat membantu memberikan pemahaman baru bagi warga di 60 desa sasaran mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pentingnya pemeriksaan rutin bagi ibu hamil dan balita,” ujar Kepala Dinas Kesehatan saat membacakan sambutan Wali Kota.
Lebih lanjut, Wali Kota juga berpesan agar para mahasiswa dapat beradaptasi dengan kearifan lokal selama berada di lapangan.
“Gunakanlah ilmu yang didapat di kampus untuk membantu warga, jalin komunikasi yang baik dengan perangkat desa, dan jadikan pengalaman ini sebagai proses pendewasaan sebelum kalian benar-benar terjun ke dunia kerja.” Katanya.
KKL Tematik Terpadu ini diharapkan tidak hanya menjadi pemenuhan kurikulum akademik, tetapi juga menjadi solusi nyata bagi Pemerintah Kota Banda Aceh dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
[SP]





