TAKENGON-LintasGAYO.co : Korban bencana hidrometeorologi di Aceh Tengah, terus mendapat perhatian terkhusus dari para relawan.
Salah satunya adalah, tim ekspedisi KitaBisa yang hingga saat ini terus melakukan pendampingan kepada korban bencana.
Seolah bekerja dalam senyap, seolah tanpa suara, keteguhan dan ketelatenan tim dalam melakukan asesmen apa-apa yang dibutuhkan para korban, patut diapresiasi.
Pantauan LintasGAO.co, tim ekspedisi KitaBisa menyusur pelosok-pelosok Aceh Tengah, untuk memberikan layanan kepada para korban yang setelah 5 bulan ini masih dibalut trauma paskabencana.
Sabtu, 11 April 2026 lalu, kru LintasGAYO.co, tanpa sengaja bertemu dengan para relawan dari KitaBisa yang akan bergerak menuju Lumut, Kecamatan Linge, Aceh Tengah.
Saat bincang-bincang, salah seorang dari tim ekspedisi KitaBisa, Bardan Sahidi mengungkapkan, pendampingan terhadap korban bencana akan terus berlangsung hingga kondisi pulih.
“Saat ini, tim terus melalukan kegiatan kunjungan ke hunian sementara (huntara) bagi korban dan masyarakat terdampak bencana,” kata Bardan.
Dijelaskan, fokus tim saat ini adalah melakukan visit ke korban dan masyarakat terdampat, apa-apa yang dibutuhkan kemudian diasesmen dan ditindaklanjuti.
“Tim juga sudah menyiapkan dokter yang turun langsung ke lapangan, untuk melakukan home visit terutama bagi korban yang mengidap penyakit, pemeriksaan kesehatan anak-anak, perempuan dan ibu hamil,” terangnya.
Bukan hanya itu, asesmen yang dilakukan tim juga merujuk kepada permintaan masyarakat di daerah bencana.
“Artinya begini, saat masyarakat meminta untuk dibangunkan jembatan ke sentra produksi pertanian atau jembatan p,enghubung maka tim akan melakukan asesmen, jika dinilai layak maka KitaBisa akan menyiapkan material dan peralatannya, untuk pengerjaan gotong royong bersama warga,” ujarnya.
“Seperti yang dilakukan di Arul Pertik, membuat jembatan ke sentra produksi mayarakat. KitaBisa berfokus kepada rehab rekon partisipatif, dimana melibatkan warga dengan cara rembuk bersama,” tambahnya.
Ditanya, hingga kapan program KitaBisa tetap berjalan di Aceh Tengah, Bardan menjawab hingga kondisi masyarakat pulih.
“Banyak dari korban bencana ini, yang butuh perhatian baik di bidang kesehatan, pendidikan dan infrastruktur dasar, KitaBisa akan bekerja semampunya membantu korban bencana,” demikian Bardan Sahidi.
[Darmawan]








