TAKENGON-LintasGAYO.co : Portal berita online LintasGAYO.co dengan moto “Cerdas dan Mencerdaskan” kembali dengan gebrakan yang belum pernah ada sebelumnya dimedia cetak atau media online manapun.
Rubrik sastra yang selama ini menjadi ruang terbuka bagi ekspresi penulis karya sastra berupa puisi dan cerpen, baik dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Gayo kini tampil dengan segmen baru yang tak kalah menarik.
Yaitu tayangan karya-karya puisi penulis dan penyair dunia dari berbagai Negara tayang dalam Bahasa Gayo.
Redaktur sastra – budaya Media LintasGAYO.co Minggu 12 April 2026 Salman Yoga S menyebutkan upaya ini adalah bagian dari idealisme sekaligus dedikasinya dalam memajukan kebudayaan dan menduniakan Bahasa Gayo.
Menurut Salman gebrakan ini belum pernah ada sebelumnya dimedia cetak atau media online manapun. Justru melalui media beridealis “Cerdas dan Mencerdaskan” akan menayangkan karya-karya penulis dan penyair dari berbagai belahan dunia secara berkala.
Ditambahkan, tujuan segmen ini adalah untuk menduniakan Bahasa Gayo dan membahasa Gayo-kan karya-karya penulis besar dunia. Dengannya diharapkan Gayo dari segi linguistik dan literasi akan dikenal dunia dan dunia akan lebih mengenal Gayo dari segi sastranya.
Selain itu juga bertujuan sebagai upaya melestarikan Bahasa Gayo melalui karya sastra, menstimulus para penulis untuk berkarya dalam bahasa ibu. Hal ini lambat-laun diharapkan akan juga berdampak pada algoritma mesin pencari berbasis digital dan internet, dan dengannya bidang parawisata akan juga terekspost dengan sendirinya.
“Selama ini karya sastra nasional dan daerah yang berlomba-lomba untuk diterjemahkan ke dalam bahasa asing sebagai bentuk perluasan apresian. Kini konsep itu kita balik, karya sasrtra dunia yang kita terjemahkan ke dalam bahasa daerah,” jelas penerjemah karya Frankafka Jerman ke dalam bahasa Gayo ini bersemangat.
Sebagaimana diketaui sejak beberapa bulan terakhir penayangan karya penulis dan penyair dunia dalam bahasa Gayo yang sudah tayang berasal dari Negara Amerika, Palestina, Iran, Irak, Fakistan, Prancis, Afganistan, Zimbawe, Aljazair, Argentina, dan Jepang.
[Red]






