TAKENGON-LintasGAYO.co : Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) menilai pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban banjir dan longsor di dataran tinggi Tanoh Gayo berjalan lamban.
Kondisi ini membuat ribuan pengungsi terancam belum dapat menempati rumah layak sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.
Kepala Perwakilan YARA Bener Meriah, Muhammad Dahlan menyebutkan progres pembangunan Huntara di sejumlah lokasi masih jauh dari target.
Di Kampung Wih Pesam, misalnya, realisasi pembangunan Huntara baru mencapai sekitar 20 persen.
“Melihat progres di lapangan yang masih sangat lambat, kami ragu seluruh Huntara bisa selesai sebelum Ramadan,” kata Muhammad Dahlan, Rabu (28/1/2026).
Di Aceh Tengah, tercatat sebanyak 5.306 jiwa masih mengungsi, dengan 781 kepala keluarga (KK) direncanakan menempati Huntara di Kecamatan Ketol dan Linge. Namun, proses pembangunan terkendala distribusi material akibat kerusakan jalan dan jembatan pascabencana.
Sementara di Bener Meriah, pemerintah menargetkan pembangunan 914 unit Huntara untuk 3.116 jiwa. Meski pembangunan digenjot, penetapan lokasi masih menunggu kesepakatan warga yang berharap Huntara dibangun tidak jauh dari kebun sebagai sumber penghidupan mereka.
Menurut Dahlan, ketimpangan progres di berbagai wilayah menunjukkan bahwa percepatan Huntara tidak hanya bergantung pada anggaran, tetapi juga kesiapan lahan, akurasi data penerima, serta kondisi infrastruktur pendukung di lapangan.
Ia mengingatkan, keterlambatan pembangunan berpotensi memaksa sebagian korban banjir menjalani Ramadan di tenda pengungsian atau hunian tidak layak.
Padahal, Huntara bukan sekadar bangunan fisik, melainkan kebutuhan mendesak untuk memulihkan rasa aman, kesehatan, dan martabat warga terdampak bencana.
“Penanganan bencana tidak cukup hanya cepat, tetapi harus terukur secara teknis dan patuh regulasi agar tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari,” tegasnya.
Untuk itu, YARA terus mendorong Pemerintah Daerah (Pemda), Pemerintah Aceh, dan Pemerintah Pusat agar segera mempercepat pemulihan pascabencana di Tanah Gayo meliputi pembangunan Huntara, perbaikan jalan dan jembatan, infrastruktur dasar, serta fasilitas publik lainnya.
Dahlan menegaskan YARA akan terus mengawal seluruh proses pemulihan agar tidak berhenti pada tahap perencanaan, melainkan benar-benar terwujud dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat korban banjir dan longsor di Aceh Tengah dan Bener Meriah.
[FA]





