TAKENGON-LintasGAYO.co : Aktivis disabilitas asal Gayo, Sikdam Hasim Gayo, mengaku mengalami berbagai bentuk ketidakadilan selama bencana hidrometeorologi Aceh 2025. Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara bersama Novita Sari, relawan dari Save Gayo, Kamis, 1 Januari 2025.
Syiddam menuturkan, selama masa tanggap darurat bencana, dirinya merasa diabaikan oleh negara melalui perangkat pemerintahan, mulai dari tingkat gubernur, bupati, camat, hingga lingkungan masyarakat sekitar. Padahal, menurutnya, kondisi sebagai penyandang disabilitas telah diketahui secara umum.
“Negara seperti tidak hadir. Pemerintah dan masyarakat tahu saya penyandang disabilitas, tapi perlakuannya sama sekali tidak mencerminkan empati maupun perlindungan,” ujar Sikdam.
Ia mengungkapkan, selama bencana berlangsung dirinya harus menjalani kondisi sulit sebagaimana penyintas lainnya, tanpa perlakuan khusus. Syiddam mengaku ikut mengantre gas elpiji di tengah situasi darurat dan sempat terjebak di kawasan Pintu Rime Gayo akibat akses jalan yang terputus dan tidak dapat dilalui.
Menurut Sikdam, kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama dalam memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas.
Ia menyayangkan tidak adanya posko khusus disabilitas yang dapat menjadi ruang aman dan layanan prioritas selama bencana. Harapan tersebut, kata Sikdam, telah ia sampaikan kepada Pemerintah Daerah Aceh Tengah, namun tidak mendapat respons.
“Yang kami harapkan hanya posko khusus disabilitas. Tapi tidak ada tanggapan dari pemerintah. Bahkan yang kami terima justru pernyataan yang menyuruh kami untuk mengemis,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Sikdam menegaskan, dalam berbagai regulasi dan praktik penanggulangan bencana, penyandang disabilitas termasuk kelompok yang semestinya mendapat prioritas perlindungan dan layanan khusus.
“Di mana-mana penyandang disabilitas itu prioritas. Tapi dalam bencana ini, kami justru seperti tidak dianggap ada,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terkait pernyataan dan pengalaman yang disampaikan Sikdam Hasim Gayo.
[FA]





