Menjadi Muslim yang Lebih Baik di Bulan Ramadhan

oleh
Masjid Jami Al-Huda Jagong Jeget Foto: Mahbub Fauzie

Oleh: Mahbub Fauzie, S.Ag.,M.Pd*

Ramadhan merupakan bulan yang penuh maghfirah, rahmah dan keberkahan. Di bulan suci ini umat Islam memiliki banyak kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri. Baik sebagai hamba Allah maupun sebagai makhluk sosial.

Kualitas hubungan terhadap Yang Maha Pencipta, Allah Swt (habluminallah) semakin dimantapkan, yakni dengan penguatan akidah dan peningkatan ibadah.

Seiring itu pula, hubungan dengan sesama manusia (habluminannas) dan lingkungan hidup pun juga semakin banyak perbaikan. Akhlaknya semakin indah dan mulia berkah ramadhan.

Dalam suasana bulan yang diwajibkannya orang-orang beriman untuk berpuasa, diharapkan akan menjadi muslim yang lebih baik.

Muslim yang lebih baik adalah orang Islam beriman yang dipastikan mendapat status takwa. Pencapaian derajat takwa itulah yang merupakan tujuan dari diwajibkannya perintah puasa.

Untuk menjadi muslim yang lebih baik di bulan ramadhan, setidak ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan.

Pertama, Perkuat Niat dan Keikhlasan. Pastikan niat berpuasa semata-mata untuk mencari ridha Allah. Keikhlasan adalah dasar utama dalam setiap amal ibadah.

Kedua, Perbanyak amal Ibadah. Yakni dengan mendirikan shalat lima waktu tepat waktu. Shalat wajib lima waktu tersebut jangan sampai ditinggalkan.

Shalat sunnah sebagai tambahan amalan shalat wajib juga tidak lupa dikerjakan seperti shalat sunnah rawatib mengiringi shalat wajib (qabliyah dan bakdiyah).

Dan pada malam-malam ramadhan, tidak ketinggalam mengerjakan shalat sunnah tarawih, tahajud, dan witir. Paginya hingga jelang siang, shalat sunnah dhuha.

Luangkan waktu setiap hari, terutama setelah mengerjakan shalat untuk membaca, mengkaji, memahami, dan isi Al-Qur’an sebagai bekal pengamalan ajaran agama Islam sehari-hari.

Ketiga, Kendalikan Diri dan Perbaiki Akhlak. Dengan ibadah puasa, Islam mengajarkan pengendalian diri dan pembentukan akhlak mulia.

Dengan berpuasa, hati dijaga dari prasangka buruk (su’uzhan) dan lisan dijaga dari berkata kasar atau ghibah.

Jiwa kesabaran makin dikuatkan, terutama saat menghadapi godaan atau kesusahan dan kesulitan.

Jadikan ramadhan sebagai momen untuk suka memaaafkan orang kesalahan lain dan kesempatan yang baik untuk memperbaiki hubungan dengan sesama.

Perbaikan hubungan dengan orang lain disekitarnya semakin baik. Terlebih hubungan dengan orang-orang terdekat, terutama orangtua, pasangan hidup, anak-anak dan kaum kerabat.

Keempat, Suka Berbagi dan Peduli Sesama. Perbanyak sedekah dengan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, baik berupa harta, makanan, atau tenaga.

Salah satu amal di bulan ramadhan yang dianjurkan adalah menyediakan makanan untuk berbuka bagi orang lain.

Dalam bulan ramadhan juga ada kesempatan menunaikan zakat. Terutama sekalu zakat fitrah dan juga pembayaran zakat mal sesuai hitungan nishab, haul dan qadarnya.

Kelima, Tingkatkan Ilmu Agama. Gunakan suasana ramadhan sebagai waktu yang baik untuk belajar tentang Islam, menghadiri kajian, atau membaca buku keislaman. Pemahaman yang baik akan membantu meningkatkan kualitas ibadah.

Keenam, Jaga Kesehatan dengan sahur dan berbuka serta istirahat yang teratur.

Adanya perintah untuk bersahur dan berbuka bagi orang yang berpuasa mengandung hikmah pentingnya menjaga kesehatan.

Saat sahur dan berbuka, pilih makanan yang bergizi agar tubuh tetap kuat untuk beribadah. Waktu istirahat (tidur) juga perlu diatur agar tubuh tidak kelelahan.

Ketujuh, Muhasabah dan Evaluasi Diri.
Setiap malam, luangkan waktu untuk merenung; apa saja yang telah dilakukan hari ini, apa yang perlu diperbaiki, dan apa target ibadah untuk esok hari.

Kedelapan, Istiqamah Setelah Ramadhan.
Jadikan kebiasaan baik selama Ramadhan sebagai fondasi untuk kehidupan sehari-hari setelah bulan suci berlalu.

Semoga dengan ikhtiar dan upaya tersebut diatas, kita semua dapat memanfaatkan bulan suci Ramadhan dengan sebaik-baiknya dan menjadi Muslim yang lebih baik di hadapan Allah Swt. Aamiin.

*Penghulu Ahli Madya & Kepala KUA Kecamatan Atu Lintang, Aceh Tengah

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.