Pemuda yang beranjak dari pinggiran Aceh Tengah, yakni Tanoh Depet, dikenal sebagai sosok organisatoris, Feriyanto, S.P mencoba untuk bertarung merebut hati rakyat dalam pemilihan legislatif 2024 mendatang.
Feriyanto, S.P maju menuju DPRK Aceh Tengah melalui Partai Golkar dari daerah pemilihan 3, yakni Kecamatan Celala, Rusip, Ketol dan Silih Nara.
Sebagai mantan Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HmI) selama menjadi mahasiswa membuatnya gelisah dengan problema politik di Aceh Tengah, yang menurutnya belum banyak keberpihakan terhadap anak muda dan pembangunan kapasitas kepemudaan dan ekonomi kaum muda.
“Anak-anak muda di Aceh Tengah belum dianggap penting dalam pembangunan Aceh Tengah, hal tersebut bisa dilihat dari program pemerintah dibidang kepemudaan, baik dari segi ekonomi maupun dari segi politik, anak muda kebanyak masih dianggap sebagai sasaran politik, belum sebagai pelaku,” katanya.
Padahal, menurutnya penduduk Aceh Tengah mayoritas adalah anak-anak muda milenial, usia 23-40 tahun, atau kelahiran 1984-2000. Sudah seharusnya mereka mampu menentukan arah kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan mereka sesuai dengan perkembangan zaman.
“Jika kita ingin daerah ini maju, maka berdayakan para pemuda, mereka adalah usia produktif, dan mayoritas sebagai penduduk Aceh Tengah, bangun ekonominya, bangun mentalitasnya, jika ekonomi dan mentalitas pemuda kita sidah baik, maka akan baik pertumbuhan Aceh Tengah kedepan,” ungkap Feri yang juga Wakil Ketua KNPI Aceh Tengah ini.
Lebih lanjut, Feri menjelaskan bahwa banyak potensi di Aceh Tengah yang bisa digarap pemuda diberbagai sektor, baik di sektor pertanian, pariwisata, industri kecil menengah dan ekonomi kreatif.
“Banyak sektor yang belum secara optimal digarap pemuda, tentu harus ada peran pemerintah didalamnya dalam memacu dan menstimulus para pemuda,” terang Feri.
Ditanya, soal apa yang menjadi fokusnya kedepan, Feri lebih menekankan pada tiga hal yang mendasar yang menjadi landasan perjuangannya, yakni Kaderisasi, Ekonomi dan Solidaritas.
“Ada tigal hal yang penting dan menjadi landasan kita, pertama kaderisasi, sebagai aktivis organisasi perkaderan, menurut saya, kaderisasi itu penting. Bahwa saya menilai Aceh Tengah mengalami macet kaderisasi politik, sehingga partai politik banyak yang kebingungan saat mau akan pemilu, sibuk mencari caleg, ini bukti lemahnya kaderisasi,” kata mantan Ketua HMI Cabang Takengon ini.
“Kemudian, Ekonomi, baguspun perkaderan kita, tanpa ditopang dengan kemandirian ekonomi pada akhirnya mandeg juga, karnanya harus dicari cara bagaimana pemuda ini mandiri secara ekonomi, dan terkahir soal solidaritas, kita bangun kesetia kawanan dan saling membantu sesama pemuda, itu yang saya sebut ‘Pong Pakat’,” lanjutnya.
Selain itu, Feri juga akan berjuang soal pemerataan pembangunan, yang menurutnya masih banyak daerah-daerah pinggiran Aceh Tengah yang belum terbangun dengan baik.
“Ada kesenjangan pembangunan, kita akan berjuang juga soal ini, jika nanti terpilih akan berjuang dengan fungsi legislatif, yakni penganggaran dan pengawasan, bagaimana daerah-daerah pinggiran bisa setara dengan di kota minimal mendekati, baik infrastruktur, pertanian, pendidikan dan kesehatan,” demikian Feri.
Berikut Profil Singkat Feriyanto:
Nama, Feriyanto, S.P
Lahir di Aceh Tengah, 04 Juni 1991
A. Pendidikan
– SD Negeri 1 Wihni Bakong
– SMP Negeri 1 Silih Nara
– SMA Negeri 2 Takengon
– S-1. Sarjana Pertanian, Universitas Gajah Putih
B. Organisasi
– Ketua BEM Fakultas Pertanian UGP
– Ketua HMI Cabang Takengon
– Wakil Ketua KNPI Aceh Tengah
– Wakil Ketua Karang Taruna Aceh Tengah
– Direktur Eksekutif Kadin Aceh Tengah
Dll.
[Adv]





