BBM Naik, Ini Saran Tomasy Gayo Lues

oleh
Camat Rikit Gaib, Buniyamin. S

Belang Kejeren-LintasGAYO : Naiknya harga minyak dunia membuat pemerintah pada posisi yang sangat sulit. Demikian diutarakan tokoh masyarakat Aceh, khususnya dari dataran tinggi Gayo, Buniyamin, Jum’at 26 Agustus 2022.

Menurut penggagas Ormas Gayo Serumpun ini, jika Pemerintah Indonesia tidak mengikuti kenaikan harga dunia tersebut dengan menaikkan harga BBM di dalam negeri maka perekonomian Indonesia diambang kehancuran.

“Sebaliknya apabila menaikkan harga BBM masyarakat menengah ke bawah akan mengalami kesulitan hidup,” ungkap Buniyamin.

Dengan posisi seperti ini, ditegaskan, Pemerintah harus berani mengambil langkah menaikkan harga BBM dengan tetap memberikan kompensasi berupa subsidi langsung kepada masyarakat yang selama ini telah dilakukan Pemerintah ditingkatan yang terendah melalui kebijakan penyaluran BLT Dana Desa.

“Langkah ini diambil untuk menyelamatkan perekonomian nasional,” ungkapnya lagi.

Dibeberkan, Pemerintah pada tahun 2022 telah mengeluarkan kebijakan pemberian subsidi energi sebesar Rp. 502 Triliun.

“Terdapat potensi kenaikan subsidi energi sebesar Rp. 198 triliun pada akhir tahun, jika pemerintah tidak menaikkan harga BBM,” kata mantan Camat Rikit Gaib ini.

Bila terjadi, artinya subsidi Energi Indonesia menjadi Rp. 700 Triliun. Untuk itu, kenaikan harga BBM menjadi salah satu hal yang diperlukan untuk menekan angka subsidi agar tidak melonjak.

Dia berharap agar masyarakat dapat menerima kebijakan tersebut dalam arti membantu ketahanan ekonomi Indonesia serta kondisi ekonomi dunia yang sedang terpuruk.

Lebih jauh diungkapkan Buniyamin, di Indonesia Pemerintah berhasil menahan laju inflasi domestik di angka 4,9%.

“Angka tersebut merupakan angka yang relatif lebih rendah dari sejumlah negara di kawasan Asia dan negara maju lainnya, dimana saat ini rata-rata negara Asia di kisaran 7% bahkan ada yang mencapai 9%,” ujarnya.

Untuk mempertahankan angka tersebut, Buniyamin sepakat jika salah satunya solusinya dengan menaikan harga BBM sehingga perekonomian indonesia dapat bertahan.

“Masyarakat diharapkan dapat mendukung kebijakan tersebut agar membantu meringankan dampak inflasi di Indonesia,” ajaknya.

Sebagai perbandingan, diutarakan tokoh yang kerap menulis di sejumlah media ini, harga BBM di Indonesia saat ini masih di bawah negara seperti Thailand dan Vietnam. Di Thailand BBM dijual Rp 19.500 per liter, Vietnam Rp 16.645 per liter dan Filipina Rp 21.352 per liter.

“Kenaikan harga yang direncanakan oleh pemerintah tidak akan memberatkan rakyat sehingga perlu adanya sikap dari masyarakat dalam mendukung kebijakan tersebut,” timpalnya.

Dengan kondisi Gayo Lues sebagai salah satu Kabupaten termiskin di Aceh, pihaknya berharap dengan kenaikan BBM yang berlaku secara nasional ini dapat dibarengi dengan berbagai kebijakan subsidi lainnya oleh Pemerintah.

“Kita mendorong agar ditambahkan quota penerima BLT di Gayo Lues, baik itu BLT Dana Desa, PKH, BPNT dan skema subsidi lainnya,” pungkas Buniyamin. [*]

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.