[Puisi] Surat Untuk Bener Meriah

oleh

[Puisi] Surat Untuk Bener Meriah
Ansar Salihin

Kusaksikan kabut dari ketinggian 1700 sekian-sekian meter di atas permukaan laut
Berlapis-lapis selimut bukit
Menjelang terbit mentari
Sempat singgah embun putih
Bersama hembusan awan berarak mengantar rindu

Dari bukit merah putih menjulang tinggi
Kupandang kampung-kampung berasap tungku api di dalamnya
“niru” disaat pagi, menghilangkan pekat gigil tetesan embun suci
Kusaksikan rumah-rumah bertumpuk-tumpuk
Gedung-gedung pemerintah tertata
Nampak bur ni Telong sudah mulai renta, karena pohon-pohonnya terus ditebang
Di bawahnya Bandara Rembele, tempat hinggap sayap merah
Terlihat jelas Masjid Babusalam di tengah-tengah Simpang Tige Redelong
Penyejuk qalbu dalam damai

Dari bur Temun kusaksikan hidup
Kopi Gayo penopang ekonomi rakyat
Ditambah durian di Gajah Putih Pinte Rime Gayo
Kebun stroberi di Kepies sejuk permata
Air terjun Peteri Pitu ramai dikunjungi
Air terjun Tansaran Bidin terlihat indah
Arung jeram dan ikan gegaring di Samar Kilang
Negeri para pahlawan pertahanan perang di Gayo
Meski terpelosok, jalan-jalan berlumpur sebagian
Harap rakyatnya, lihatlah mereka, pandanglah mereka

Bener Meriah, 2019
*Dipetik dari draf naskah buku “GERGEL” ISBN: 978-602-14255-5-8, The Gayo Institute (TGI), 2021.

 

Comments

comments