Kisah Bujang Gayo Persunting Gadis Denmark : Masuk Islam Hingga Resepsi Pakai Adat Gayo di Århus

oleh

Win Fikri Azima Yusra merupakan anak Gayo yang hijrah bersama orang tuanya sebagai pelarian politik Aceh ke Denmark 23 tahun silam. Saat itu, ia baru berusia 8 tahun.
Lama merantau ke benua biru, diusianya ke 31 tahun, Win mengakhiri masa lajangnya pada 22 Mei 2021.

Ia pun mempersunting gadis asli Denmark yang bernama, Sarah binti Hardy Michael Pedersen. Sarah, tinggal di Kampung Andi, kira-kira 42 km ks arah Ibukota Provinsi Århus, tempat Win menetap.

Pertemuan Win-Sarah berawal keduanya bersama-sama mengikuti kuliah di VIA University Århus. Win, yang menulis Tesis berjudul: “Mengapa Saya Menjadi Anggota Bandit” berhasil mempertahankan dengan nilai sangat memuaskan, rupa-rupanya tertarik dengan gadis Denmark yang beragama Nasrani.

Demikian sebaliknya. Setelah berkenalan beberapa tahun lamanya, keduanya bertekad hendak meneruskan hubungan cinta menuju ke jenjang perkawinan.

Namun Win menyembunyikan hubungan akrab dengan gadis itu kepada kedua orang tuanya. Barulah pada suatu hari di tahun 2019, Win mengutarakan hasrat untuk menikahi Sarah Sarah Hardy Michael Pedersen kepada kedua orang tuanya, Yusra Habib Abdul Gani dan Nurtini Khalidin).

Maka terjadilah dialog antara keduanya :

Win Azima : Ama, aku ara kenal orom jema Denish, geralé Sarah, bebuet sebagai konsultan untuk anak-anak pendatang (asing) yang bermasalah. Maksudku malé nikah.

Yusrahabib : Sana agamaé Win?

Win Azima : Kristen

Yusrahabib : Ok, ike turahdi we ko nikah, keta kuneiko mulo gelah selésé: mera ke wè mayo Islam? Ike mera, keta kuizinen ko nikah orom Sarah. Ike gere, ucepen ’selamat jelen’, titik! Delé beberu lén urang Gayo, nge kami kenal den loby. Nge ara jemaé.

Win Azima : Pokoké aku turah orom Saraha, Ama! bohmi, kukunei mulo.

Yusrahabib : yaaach, bit betapé, oya syarat ari kami selaku jema tuemu.

Begitu dialog antara, Win dan sang Ama yang masih teguh memeluk islam sebagai anutannya, meski jauh di Eropa.

Akhirnya, pada bulan Februari 2021, dengan tiada paksaan dan tekanan dari siapapun, Sarah memeluk agama Islam yang disyahadatkan oleh seorang ulama Turki, diketahui dan direstui oleh kedua orang tuanya untuk berpindah agama –dari Nasrani ke Islam– dan direstui menikah dengan Win, yang notabennya seorang putera Kenawat Lut.

Pada 21 Mei diadakan acara Beguru, yang dihadiri oleh keluarga Win –Yusrahabib, Nurtini Khalidin, Kena Yuri Pemulodia dan Peteri Linge, disaksikan oleh Sarah dan seorang temannya. Mereka kagum dan terkesima dengan kekhidmatan upacara beguru adat Gayo yang begitu sakral diiringi Tepung Tawar.

Peluk cium anggota keluarga telah menggoncang bintang di langit biru dan perasaan haru hingga airmata tumpah deras membasahi opoh ulen-ulen.

Ke-esokan harinya, 22 Mei 2021, pukul 14.00-14.45 waktu Eropah, berlangsung acara aqad nikah yang dipandu oleh seorang Imam Masjid Bazar Vest, Århus, dilafazkan dalam bahasa Arab oleh kedua mempelai.

Alhamdulillah lancar! Acara pernikahan sangat sederhana, dihadiri oleh 13 orang saja. Lima orang dari pihak keluarga mempelai lelaki dan 5 orang dari pihak mempelai perempuan, ditambah 2 orang undangan dan Imam (juru nikah).

Semoga Allah memberi Sakinah, mawaddah dan rahmah kepada pasangan ini. Aaamiin ya rabbul´alamain.

[Darmawan]

Comments

comments