Permohonan di Akhir Ramadhan

oleh

Oleh Johansyah*

Kemarin menteri agama telah mengumuman secara resmi bahwa satu syawal jatuh pada tanggal 13 Mei 2021. Dengan demkian hari ini adalah hari terakhir melaksanakan ibadah puasa dan shalat tarawih, lalu dilanjutkan dengan takbir pada maghrib nanti hingga besok sebagai isyarat bahwa umat Islam telah memasuki satu syawal esok harinya.

Bagi orang yang beriman ada kesedihan ketika berpisah dengan ramadhan karena bagi mereka ramadhan adalah taman spiritual dan menjadi ladang amal dalam meningkatkan kualitas diri, sekaligus memohon ampunan kepada Allah. Berpisah dengan ramadhan bagi orang yang beriman bagaikan berpisah dengan seorang kekasih sehingga tetap diingat dan dirindukan.

Untuk itu, kiranya orang-orang yang beriman menyampaikan beberapa permohonan kepada Allah. Pertama, bermohonlah kepada Allah agar bertemu dengan ramadhan tahun berikutnya dalam kondisi sehat lahir batin sehingga dapat menjalani puasa ramadhan dan mengisinya dengan aktivitas amal yang positif.

Seandainya menjadi ramadhan terakhir, mohonlah kepada Allah agar puasanya sebagai puasa yang diterima dan dirahmati. Maka salah satu do’a yang baik untuk kita sampaikan sebagaimana yang diajarkan oleh nabi SAW;

“Ya Allah, janganlah Engkau jadikan puasa ini sebagai yang terakhir dalam hidupku. Seandainya Engkau berketetapan sebaliknya, maka jadikanlah puasaku ini sebagai puasa yang dirahmati bukan yang hampa semata.”

Kedua, mohonlah ampunan Allah atas segala dosa. Seseorang tidak mungkin berharap pahala berlipat ganda selama bulan ramadhan sebelum dia memohon ampunan Allah. Tidak ada hadiah yang lebis istimewa yang di berikan-Nya kepada seorang hamba, kecuali ampunan.

Ketika dosa sudah diampuni, berarti dia tidak lagi terhalang untuk mendapatkan apresiasi berupa pahala dari berbagai bentuk amal yang dilakukan. Salah satu momen terbaiknya adalah pada malam idul fitri.

Mohonlah ampunan Allah. Dalam sebuah hadits dinyatakan; “Ada lima malam di mana doa tidak akan tertolak, yaitu malam pertama bulan Rajab, pertengahan dari bulan Sya’ban, malam Jumat, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha.” (HR. Ibnu Dailani).

Ketiga, mohonlah keselamatan dari siksa api neraka. Salah satu do’anya yang sering dibaca banyak orang adalah ‘wahai Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat, serta hindarkanlah kami dari siksa api neraka. Neraka sendiri dapat dipahami dari dua sisi; hakiki dan majazy.

Neraka dalam makna hakiki adalah neraka di akhirat nanti. Sedangkan neraka dalam makna majazy adalah segala hal yang membuat seseorang sulit, resah, takut, dan merasa terancam ketika di dunia. Makanya do’a yang disampaikan adalah kebaikan di dunia.

Artinya seseorang bermohon kepada Allah agar mampu mengatasi berbagai kesulitan tersebut dari berbagai aspeknya; keluarga, ekonomi, politik, sosial, budaya, dan seterusnya.

Agar terhindar dari neraka dunia, orang tersebut harus mampu mengintegrasikan tiga serangkai; iman, ilmu, dan amal. Iman tanpa ilmu akan lesu. Ilmu tanpa iman akan merusak, dan amal yang diiringi dengan iman dan ilmu akan melahirkan sebuah inovasi yang bermanfaat, mampu menjadi solusi bagi berbagai persoalan hidup yang dihadapi seseorang. Kesenangan dan kebaikan di dunia insya Allah akan berlanjut pada kebaikan di akhirat kelak.

Keempat, mohonlah kepada Allah agar menjadi orang yang istiqamah. Ini adalah pasal terberat untuk dilaksanakan dalam hidup. Mempertahankan amal atau kebiasaan baik itu banyak godaan dan tantangannya. Selama ramadhan seseorang melatih diri untuk istiqamah dalam ibadah malam.

Siang harinya dia berusaha melatih mulut untuk tidak boros dalam berbicara kecuali kalimat yang baik. Dia melatih diri untuk tidak mendengar kecuali pembicaraan yang baik. Dia melatih diri untuk menundukkan pandangan kecuali pemandangan yang dapat mendekatkan dirinya pada Allah.

Pasca ramadhan, seseorang akan kembali ke situasi semula. Tidak ada aturan baku yang mengharuskannya untuk melakukan atau meninggalkan sebuah perbuatan. Semua terserah dia. Di sinilah ujian istiqamah yang sesungguhnya.

Mampukah seseorang mempertahankan kebiasaan baik yang telah dilatih selama bulan ramadhan? Untuk itulah seseorang kiranya terus bermohon kepada Allah agar dia menjadi pribadi yang istiqamah.

Kelima, mohonlah kebaikan untuk kebaikan keluarga. Dalam hal ini seseorang bermohon agar keluarga menjadi keluarga yang taat kepada Allah. Berusaha sekuat tenaga agar mampu menjalankan perintah, dan meninggalkan larangan-Nya. Mohonlah juga kepada Allah agar semua anggota keluarga menjadi hamba yang bersyukur atas nikmat-Nya dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki.

Betapa banyak orang dan keluarga yang tidak pernah merasa cukup dan lupa bersyukur kepada Allah. Mereka selalu merasa kekurangan. Padahal apa yang diberikan Allah kepada mereka belum tentu dilimpahkan pada yang lainnya.

Oleh sebab itu, seorang ayah sebagai kepala rumah tangga perlu menanamkan sikap pandai bersyukur kepada anak-anak mereka. Demikian juga hal-hal lainnya agar anak diajarkan sabar, tanggung jawab, keikhlasan dan sebagainya. Semua itu adalah jalan-jalan kebaikan yang mengantarkan seluruh anggota keluarga pada ridha Allah.

Keenam, mohonlah kebaikan dan kesehatan untuk para ulama yang istiqamah menyuarakan kebenaran, dan pemimpin yang selalu mementingkan rakyatnya. Semakin hari rasanya semakin sulit menemukan ulama yang istiqamah seperti Tengku Zulkarnain yang sudah dipanggil oleh Allah beberapa hari lalu.

Dari itu, berdo’alah agar muncul generasi baru yang akan melanjutkan perjuangannya. Demikian halnya pemimpin, kalau memang baik, do’akan keberkahan bagi mereka. Tapi seandainya zhalim, do’akan mereka agar cepat sadar dan mengakui kesalahannya agar tidak menyengsarakan rakyat terus menerus.

Ketujuh, mari pula berdo’a agar wabah korona ini segera diangkat oleh Allah. Dua kali ramadhan wabah ini mendampingi ramadhan. Semoga tahun depan tidak lagi. Meski pun potensi wabah untuk hilang sudah mustahil, tapi minimal menjauh dari kehidupan umat Islam sehingga nyaman dalam melaksanakan ibadah.

Mari berdo’a pula agar pihak-pihak yang memanfaatkan wabah sebagai proyek pengayaan diri dan kelompoknya agar segera sadar dan tidak mengulangi perbuatannya.
Terakhir, marilah berdo’a untuk kebaikan umat Islam di Indonesia maupun di dunia.

Sebagaimana dirasakan bersama-sama, umat Islam di Indonesia hari ini sedang dihadapkan pada ujian besar berupa tekanan kelompok tertentu yang menyelinap ke tubuh kekuasaan saat ini. Ada aroma kebencian dari kebijakan yang mereka buat dan tujuannya untuk menekan umat Islam.

Ada kesan bahwa mereka tidak mau membiarkan umat Islam Indonesia tenang dalam menjalankan ajarannya. Dalam skala internasional, meski tidak dapat berbuat banyak, jangan lupa untuk mendo’akan rakyat Palestina yang diserang secara brutal dan sadis oleh negara teroris Israil.

Hanya umat Islam yang mampu menyelamatkan mereka dengan ijin Allah. Dunia akan terus membiarkan kebiadab terjadi, meski pun dalam kasus lainnya mereka sering meneriakkan HAM atas nama kemanusiaan. Tapi untuk Palistina, hanya masyarakat muslim yang menjadi tumpuan. Wallahu a’lam bishawab!

*Ketua STIT Al-Washliyah Aceh Tengah

Comments

comments