Program Shubuh Keliling (Suling) KUA Pegasing : Kunjungi Masjid-Masjid Setiap Jum’at

oleh

Catatan : Mahbub Fauzie*

Diinisiasi oleh rekan-rekan Penyuluh Agama Islam lingkungan kerja Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pegasing, program subuh keliling yang kemudian disingkat dengan “Suling” pun terlaksana sebagai salah satu kegiatan keumatan lembaga khadimul ummah yang berkhidmat di kecamatan dalam kabupaten berhawa dingin, yakni KUA Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah.

Keinginan untuk turut menggerakkan dan melaksanakan kegiatan suling tentu berasal dari informasi tentang kegiatan tersebut yang sudah banyak dilakukan dan terlaksana di beberapa kota dan tempat.

Misalnya di Kotamadya Banda Aceh dan kota/kabupaten yang ada di Aceh serta daerah daerah lain. Baik yang dilakukan oleh organisasi kemasyarakat Islam seperti Dewan Masjid maupun lembaga pemerintah. Di Aceh Tengah, program ini juga menjadi satu agenda jajaran dan keluarga besar Kementerian Agama. Dan dari sinilah rekan-rekan Penyuluh Agama di KUA Pegasing didukung teman-teman pegawai KUA yang laki-laki segera berinisiasi berpartisipasi.

Dengan semangat Izzul Islam wal muslimin, dalam suasana sejuk menusuk dan dingin berangin tak membuat bergeming para rekan penyuluh dan pegawai KUA Pegasing bergerak menuju masjid di kampung sesuai dengan jadwal yang ditentukan setiap subuh jumat pada setiap pekannya.

Mesjid yang dikunjungi dalam beberapa kesempatan awal tentu masih di sekitar kampung yang ada di lintasan jalan Takengon – Isaq, dengan pertimbangan melihat konsentrasi penduduknya sudah padat dan letak masjid tidak terlalu jauh.

Teringat dengan kata-kata semangat atau spirit yang pernah diungkapkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah, Bapak H Saidi Bentara, S.Ag, MA dalam suatu kesempatan rapat membahas program keumatan di aula umah Pesilangan Kankemenag setempat.

Yakni rapat tentang program Dai Menjawab kerjasama dengan RRI Takengon dan program Suling yang memungkinkan bisa dilaksaksanakan oleh jajaran Kemanag Aceh Tengah di sekitar wilayah kota. Diungkapkan bahwa suasana dingin di daerah kita adalah bagian dari tantangan iman. Sebutlah itu sebagai ujian.

“Kualitas kita dapat dilihat dari ujian yang kita lalui,” demikian kira-kira katanya. Dari spirit inilah, teman-teman di KUA Pegasing dengan nawaitu “fastabiqul khairat” sebagai khadimul ummah menyegerakan program Subuh Keliling yang populer dengan singkatan “Suling”.

Jumat subuh, 26 Maret 2021 merupakan kali keempat team Suling KUA Pegasing melakukan kegiatan safari subuh dalam rangka shalat berjamaah bersama takmir masjid Al-Latifah Kampung Kayu Kul.

Dilanjutkan dengan kuliah subuh, ta’aruf program keumatan KUA Pegasing serta ramah tamah dengan jamaah masjid yang Badan Kemakmuran Masjid (BKM)nya diketuai oleh Tgk Ikhsan SAg salah satu senior di jajaran KUA dalam kabupaten Aceh Tengah dan sekretaris BKM Rahmi Darmawan S.Pd salah satu guru Sekolah Menengah Pertama yang aktif sebagai takmir masjid. Menarik, dalam kesempatan itu sajian kopi pagi dan snack ringan yang disajikan oleh pengurus masjid juga sempat kami nikmati.

Hal serupa juga kami rasakan pada kesempatan pertama, kedua dan kedua Suling. Di Kampung Ie Reulop, di Kampung Paya Jeget (usai Suling di Mesjid Al-Azhar) dan juga saat selesai suling di Mesjid Ar-Raudah Kampung Gelelungi. Alhamdulillah.

Sama seperti pada jum’at subuh sebelum-sebelumnya sejak akhir Februari 2021. Team Suling KUA Pegasing yang mengawali gerakan kunjung masjid ke kampung-kampung di Mesjid Al-Maghfirah Kampung Ie Reulop yang terletak di kilometer 10-11 jalan Takengon – Isaq, mengagendakan kegiatan shalat subuh berjamaah bersama warga setempat, yang diimami oleh salah satu anggota team yang berasal dari Penyuluh Agama Islam atau pegawai KUA Pegasing, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian maksud dan tujuan suling oleh pemandu (protokol) serta siraman rohani atau kuliah subuh yang biasa disebut dengan “kultum” (kuliah tujuh menit, walau terkadang lebih) yang juga disampaikan oleh petugas yang ditunjuk dalam jadwal suling tersebut.

Sosok-sosok personil KUA Pegasing seperti Tgk Anwar Razu M.Pd, Tgk Amalan Salihan S.Pd.I, Tgk Drs Khairi, Tgk Arifin Abbas S.Pd.I, Tgk Mulyadi Kholil Al-Hafizh, Tgk Al Huda S.Sos.I, Tgk Salman, Tgk Fazri, Tgk Drs Harun, Suwito dan rekan lainnya memperkuat team Suling KUA Pegasing.

Bersinergis dalam kegiatan keumatan gerakan shalat subuh berjamaah, sebagai bagian dari ibadah mahdhah 5 waktu sehari-semalam yang wajib dikerjakan oleh setiap individu kaum muslimin. Saling ingat mengingatkan pada setiap jadwal suling dilaksanakan setiap Jumat pagi.

Dalam catatan ini, sebagai santapan rohani tidaklah salah ingin penulis nukilkan resume penyampaian kultum, sebagaimana disampaikan oleh salah satu penceramah kultum team suling yakni Tgk Anwar razu tentang hikmah shalat subuh berjamaah.

Banyak keistimewaan-keistimewaan pelaksanakan shalat subuh berjamaah yang dilakukan oleh setiap muslim mukminin. Sebagaimana tersurat dalam ajaran kitab suci dan hadits nabi yang sudah banyak diungkap dan diingatkan oleh para ulama baik melalui mimbar, media massa baik audio visual, cetak maupun media on-line.

Sebagaimana kita mafhum bahwa shalat subuh merupakan shalat yang istimewa dari salat-salat lainnya. Selain ada banyak sekali keutamaan dalam pelaksanaannya, untuk menunaikan salat ini kita harus melawan rasa kantuk yang luar biasa serta bangkit untuk meninggalkan kasur yang empuk dan selimut yang hangat. Di dalam adzan subuh juga ditambahkan kalimat Assholaatu khairum minan naum yang artinya “Shalat itu lebih baik daripada tidur”.

Ada banyak sekali keutamaan salat Subuh berjamaah, di antaranya adalah: Mendapatkan Pahala Lebih Besar. Setiap umat muslim pasti sudah tau bahwa pahala yang dijanjikan oleh Allah apabila kita melaksanakan salat berjamaah di masjid, tentunya jauh lebih besar dibandingkan dengan melaksanakan salat subuh di rumah. Allah akan memberikan 27 kali lipat pahala kepada hamba–hambanya.

Selanjutnya, shalat subuh berjamaah akan mendapatkan Keberkahan dari Allah SWT. Melaksanakan ibadah salat subuh berjamaah mempunyai peluang besar untuk memperoleh berkah dari Allah SWT. Dikarenakan semua aktivitas yang dilakukan pada saat pagi hari, khususnya aktivitas wajib seperti halnya salat subuh berjamaah telah didoakan Rasulullah SAW untuk semua umatnya yang beriman dan bertakwa agar memperoleh berkah. Sesuai sabda Nabi Saw: “Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu paginya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibn Majah)

Kemudian, dengan shalat subuh berjamaah dipastikan kita akan berada Pada Jaminan Allah SWT. Orang yang menjalankan salat subuh secara sempurna, seperti yang dianjurkan yakni dengan menjalankannya secara berjamaah, maka ia akan mendapatkan jaminan dan juga perlindungan lebih dari Allah SWT.

Dalam haditsnya, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang melaksanakan salat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Maka jangan sampai Allah menuntut kalian sesuatu apa pun pada jaminan-Nya. Karena barangsiapa yang Dia tuntut pada jaminan-Nya, pasti Dia akan mendapatkannya. Kemudian dia akan ditelungkupkan pada wajahnya di dalam Neraka.” (HR. Muslim).

Dengan shalat subuh berjamaah, kita juga akan mendapatkan Ganjaran Salat Malam Semalam Penuh. Dengan menjalankan salat subuh berjamaah, maka kita akan mendapatkan pahala seperti menjalankan salat malam sepanjang malam.

Dalam hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dijelaskan : “Barang siapa yang melakukan salat Isya berjamaah, maka dia sama seperti manusia yang melakukan salat setengah malam. Barang siapa yang melakukan salat subuh berjamaah, maka dia sama seperti manusia yang melakukan salat malam sepanjang waktu malam itu.” (HR. Muslim)

Bagi orang yang melaksanakan shalat subuh berjamaah sungguh akan dibebaskan Dari Sifat Orang Munafik. Salat subuh secara berjamaah ialah salah satu cara yang bisa kita lakukan agar bisa terhindar dari sifat kemunafikan tersebut, dijelaskan di dalam hadits :

“Tidak ada salat yang lebih berat (dilaksanakan) bagi orang munafik daripada shalat Subuh dan Isya. Seandainya mereka tahu (keutamaan) yang terdapat di dalamnya, niscaya mereka akan melakukannya kendati dengan merangkak. Sungguh aku telah hendak memerintahkan kepada petugas azan untuk iqamat (Shalat) kemudian aku mengambil bara api dan membakar (rumah) orang yang belum tidak keluar melaksanakan Shalat (di masjid).” (HR. Bukhari-Muslim, dari Abu Hurairah).

Diyakini, bahwa Shalat Subuh Berjamaah Disaksikan oleh Malaikat. Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Malaikat bergantian melihat kalian pada siang dan malam. Para malaikat itu bertemu di shalat Subuh dan shalat Ashar. Kemudian yang bermalam dengan kalian naik (ke langit) dan ditanya oleh Rabb mereka, dan Dia lebih tahu keadaan hamba-hambanya, Bagaimana kondisi hamba-hambaku ketika kalian tinggalkan?’ Para malaikat menjawab, ‘Kami meninggalkan mereka dalam keadaan shalat, dan kami mendatangi mereka dalam keadaan shalat.” (HR. Bukhari-Muslim)

Orang yang shalat subuh berjamaan berpeluang Memperoleh Pahala Haji atau Umrah Jika Berzikir Hingga Terbitnya Matahari. Bisa kita bayangkan banyaknya dan besarnya pahala yang akan kita peroleh jika berusaha untuk memaksimalkan kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya.

Hadits Nabi: “Barang siapa yang shalat Subuh berjamaah kemudian dia duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lantas shalat dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, yang sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. Tirmidzi)

Dengan istiqamah melaksanakan shalat subuh berjamaah, kita akan mendapat Keselamatan Dari Siksa Neraka. Terbebasnya dari siksa panasnya api neraka merupakan berita yang sangat gembira, pasti akan berhubungan dengan kemuliaan masuk surga. Pahala ini tentunya hanya berlaku bagi hamba–hamba yang menjalankan salat subuh secara berjamaah.

Bisa kita lihat di Hadits berikut: Dari Umarah Radhiallahu ‘anhu berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Tidak akan masuk Neraka seorang yang salat sebelum terbitnya matahari (Subuh) dan terbenamnya matahari (Ashar).”(HR. Muslim)

Penting juga kita ketahui, bahwa dengan shalat subuh berjamaah kita akan terlatih untuk menjadi pribadi yang disiplin, rajin dan tidak malas. Betapa tidak, dengan bangun pagi–pagi dan keluar rumah untuk melaksanakan salat subuh tentu saja akan melatih mendisiplinkan diri.

Banyak orang yang merasa malas keluar rumah karena suhu yang masih terasa dingin atau pun karena masih gelap. Juga, dipastikan dengan shalat subuh berjamaah berarti pula kita berikhtiar dan sekaligus bertawakal untuk segera menjemput rejeki lebih awal. Bangun pagi untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah di masjid sama halnya anda sedang menjemput rejeki di hari tersebut.

Karena shalat lebih baik dari pada tidur. Bagi mereka yang malas dan selalu bangun siang, sama saja ia tidak ingin menjemput rejekinya sendiri.

Sebagai bagian dari orang Islam yang beriman, bagi para pahlawan shalat subuh berjamaah berarti telah ikut memakmurkan masjid. Dengan kita rajin mendatangi masjid untuk melaksanakan shalat, secara langsung kita ikut andil dalam hal kebaikan yakni ikut mensejahterakan masjid.

Kita tentu saja tidak mau bukan, masjid kita sepi tak berpenghuni? Dalam Surah At-Taubah ayat 18 dijelaskan bahwa: “Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Bagi para penggerak shalat subuh berjamaah juga telah memberikan contoh baik bagi generasi penerus. Sebagai umat muslim yang sudah mempunyai kewajiban menjalankan perintah–Nya, tentu saja harus memberikan contoh baik bagi generasi penerus minimal kepada anak cucu kita dengan cara melaksanakan salat di masjid. Secara tidak langsung, anak–anak yang melihatnya jadi ingin meniru.

Disamping itu pula, Ia telah menjadi bagian dari orang-orang yang berfastabiqul khairat atau berlomba–lomba dalam hal kebaikan. Sebagai umat muslim yang beriman dan bertakwa, sebaiknya melakukan hal–hal positif selagi masih diberikan kesempatan untuk hidup di dunia ini. Karena kehidupan di dunia tidaklah kekal. Jadi berlomba–lombalah dalam hal kebaikan.

Demikianlah, catatan sekitar gerakan suling KUA Pegasing sebagai salah satu program keumatan yang tentunya tidak terlepas dari kekukarangan dan kedhaifan kami sebagai khadimul ummah di KUA Kecamatan Pegasing.

Semoga kritik dan saran semua pihak demi kebaikan kita yang berkhidmat bagi masyarakat untuk menjadi lebih baik akan terwujud. Spirit Izzul Islam wal muslimin, kejayaan Islam dan kaum muslimin tidak terlepas dari kerjasama (ta’awun) kita semua. Wallahu a’lam bis-shawab.

*Penghulu Madya/Kepala KUA Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah

Comments

comments