Persiapan Menuju Industrialisasi Pertanian

oleh

Oleh. Drs. Jamhuri Ungel, MA

Mendengar kata industrialisasi sama dengan mendengar kata industri, hanya saja kata industrialisasi mengandung makna semua produk diolah dengan mesin sedangkan industri itu sendiri bermakna mesin pengolah produk.

Makanan-makanan dalam masyarakat non industri diolah secara manual dengan menggunakan tenagan manusia atau hewan sedangkan dalam masyarakat industri semuanya diolah dengan menggunakan mesin, ketika dominasi olahan lebih banyak menggunakan mesin maka era itu disebut degan era industri.

Sebanarnya mesin atau industri dalam batasan tertentu telah digunakan oleh masyarakat, namun masih banyak bahkan dalam skala besar produk makanan dan kebutuhan masyarakat yang harus diolah dengan menggunakan mesin atau lebih dikenal dengan teknologi.

Tujuan industrialisasi atau era teknologi adalah kepastian, utamanya pasti dalam waktu (masa), pasti dalam jumlah dan juga pasti dalam kualitas, sehingga bisa ditetapkan pasti dalam harga dan pasti dalam konsumen.

Banyak alasan yang beredar di masyarakat tentang alasan tidak mulainya industrialisasi hasil pertanian, diantaranya adalah tidak terpenuhinya kuota bila membangun suatu indutri di suatu daerah, seperti halnya di Bener Meriah atau daerah Gayo umumnya.

Hal ini tidak bisa kita salahkan kalau alasan yang digunakan adalah kuota, karena tradisi menanam masyarakat selama ini adalah unung-unung (mengikut siapa yang beruntung atau siapa yang menjual dapat harga mahal).

Masyarakat selama belum menemukan kepastian seperti halnya manfaat dan tujuan yang dijanjikan atau diharapkan oleh teknologi. Berdasarkan kajian ilmu pengetahuan bahwa kondisi masyarakat yang belum mempunyai dan menemukan kepastian maka masyarakat seperti ini dapat dikelompokkan kedalam masyarakat tradisional.

Walaupun berdasarkan pola tradisional sistem atau pola tanam masyarakat belum dapat berpindah kepada era industri namun mau tidak mau dan siap tidak siap maka kita yakin dengan perubahan pola maka masyarakat pasti mampu untuk maju selangkan ke era industri.

Untuk menuju kepastian sebagaimana yang disebutkan di atas maka perlu ada persiapan yang konkrit, diantara persiapannya adalah :

1. Kepastian waktu, masyarakat Gayo (Bener Meriah) telah memiliki pengetahuan secara tradisional tentang waktu-waktu untuk menanam, juga telah memiliki pengetahuan tentang waktu dalam kaitannya dengan tanaman yang dapat dimanfaatkan, apakah buah, daun ataupun batang.

Bahkan dengan berperannya teknologi pengetahun bertambah lagi pengetahuan mereka sehingga waktu untuk menanam menjadi bertambah, sehingga kalau dahulu hanya ada satu kepastian kini menjadi kepastian yang luas.

2. Pasti dalam jumlah, pasti dalam jumlah ini berkaitan dengan jumlah varietas tanaman yang boleh ditanam oleh masyarakat. Ketentuan tanaman pastinya bukan diserahkan kepada masyarakat untuk menanam apa yang dia mau tetapi lebih kepada kecocokan tanaman dengan tanah atau lahan yang akan ditanam, karena itu perlu pemetaan lahan yang akan di tanaman sehingga lahir apa yang dimaksudkan dengan zona tanaman.

3. Pasti dalam kualitas, kualitas adalah hal yang utama karenanya zona penanaman yang sesuai dengan tempat sangat dibutuhkan. Sebagai contoh bisa kita sebutkan : saos ABC, kecap cap bangau, Nescafe dan lain-lain sejak awal tidak pernah berubah rasanya, tidak lain itu disebabkan karena tempat tanam yang sesuai dengan permintaan pabrik. Demikian juga bila hal yang berhubungan dengan kualitas ini kita terapkan di Bener Meriah atau Gayo.

4. Pasti dalam harga dan konsumen, ketika suatu barang yang diolah dengan menggunakan mesin akan menghasilkan kualitas rasa yang selalu sama maka dengan sendirinya akan berpengaruh pada kesetabilan harga barang, bila harga barang stabil maka masyarakat yang menanam dapat memperhitungkan jumlah keuntungan yang mereka dapat.

Demikian juga dengan konsumen, ketika kualitas dan harga pasti maka dengan sendirinya akan lebih mudah mencari konsumen.

Itulah gambaran ketika suatu daerah melaju menuju era mesin atau teknologi, dimana masyarakat akan hidup dalam kepastian dan hidup dalam ksejehteraan. []

Comments

comments