REDELONG-LintasGAYO.co : Setelah kisruh kesemerawutan seleksi eselon II Kabupaten Bener Meriah, Panitia seleksi yang diketuai Sekda Haili Yoga dituding semakin tertutup dan semakin buruk. Hal ini disampaikan oleh direktur Ramung Institute Waladan Yoga.
“Sampai hari ini kita tidak tahu arahnya akan kemana, apakah seleksi dibatalkan dan akan diulang? Kalau diulang harus diulang dari nol,” terang Waladan Yoga, Selasa 2 Februari 2021.
Dikatakan, seperti ada upaya menutup diri dalam melakukan seleksi lanjutan eselon II ini.
“Bahwa kemudian ada kabar, peserta yang sama akan dipanggil dan diwawancara ulang, kalau begitu konsepnya sama saja tutup lubang gali lubang dan tidak akan menyelesaikan persoalan,” katanya.
“Kan sama saja pembodohan, jika peserta yang sama tetapi tidak memenuhi syarat, terkesan dipaksakan untuk ikut dan terkesan dijadikan sebagai kepala dinas padahal syarat untuk jadi Kepala Dinas tidak terpenuhi, kalau begitu adanya maka kita sedang dipertontonkan pembodohan,” tambahnya.
Menurut Waladan, Sekda sebagai ketua Pansel harusnya tidak boleh bungkam, arahan dari KASN harus dipedomi dengan utuh, kemudian ada jabatan eselon II tertentu tidak dapat dibuka untuk seleksikan, ya jangan dibuka sampai kisruh diinternal terselesaikan dengan baik.
“Pengumuman soal seleksi eselon II ini tidak kunjung terbit, kita sarankan pengumuman dan semua tahapan seleksi eselon II ini harus dimulai dari Nol lagi, dengan syarat yang sudah ada dan berlaku ketat, kalau memang ada yang tidak memenuhi syarat jangan diluluskan dan jangan jadikan kepala dinas, jangan mengakali sistem,” ujarnya.
“Semakin tertutupnya pansel eselon II Bener Meriah, maka kinerjanya juga akan semakin buruk, yang diseleksi itu pejabat publiknya, jadi publik wajib tahu siapa dan bagaimana mekanismenya. Memilih pejabat jangan dibuat seperti kegiatan arisan!,” tandasnya.
Sebelumnya, beberapa hari lalu, LintasGAYO.co mencoba menghubungi Sekda Bener Meriah, Haili Yoga selaku ketua Pansel JPTP Bener Meriah.
Namun, hingga saat ini panggilan maupun pesan singkat melalui WA tak kunjung dibalas, dan semakin membuktikan Pansel menutup diri dengan akses luar. Ada apa sebenarnya?
[Darmawan]





