REDELONG-LintasGAYO.co : Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Bener Meriah, Khalisuddin, S.Pt mengatakan bahwa di daerah tersebut, kasus Covid-19 semakin hari semakin terkendali.
Menurutnya, sempat teejadi lonjakan kasus positif pada Juli-Agustus 2020 lalu, hingga total kasus konfirmasi positif mencapai 44 orang.
“Sejak itu, mulai awal Agustus diadakan SWAB massal terhadap ratusan kontak erat di Bener Meriah,” terang Khalisuddin, Rabu 9 September 2020.
Dikatakan, dari 44 orang yang dinyatakan positif tersebut kini seluruhnya sudah dinyatakan sembuh, dan Bener Meriah kini mencatat nol kasus positif.
“Hasil SWAB terakhir dari kasus konfirmasi positif itu pada 7 Agustus 2020, dan jika dihitung masa karantina 14 hari, maka sejak 28 Agustus 2020 Bener Meriah sudah nol kasus,” tegas mantan Camat Syiah Utama ini.
Meskipun demikian, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bener Meriah masih terus bekerja maksimal untuk melakukan upaya deteksi dini, pencegahan dan penanganan Covid-19.
“Dalam kondisi seperti ini, sosialisasi tentang pencegahan Covid-19 seperti kewajiban menggunakan masker terus kita galakkan, selain itu Pemkab Bener Meriah juga memperkuat pelaksaan protokol kesehatan di fasilitas publik,” tegas Khalis.
Terkait rancangan Perbup Bener Meriah tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 sebagai turunan dari Inpres Nomor 6 Tahun 2020 yang juga mengatur sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan, Khalis mengatakan draft Perbupnya masih dalam konsultasi dan suvervisi di bagian Hukum.
“Kita berharap Perbup ini bisa segera ditetapkan sehingga penerapan disiplin pencegahan Covid-19 di Bener Meriah memiliki dasar hukum dan ini semua kita lakukan dengan tujuan agar Bener Meriah bisa aman dari Covid-19,” tandas Jubir Covid yang baru bekerja beberapa hari ini.
[Darmawan]
Saksikan tayangan kami di channel Pemred LintasGAYO, jangan lupa like and subscribe ;





