Takengon-LintasGAYO.co : Rencana penerapan fase new normal sebagai kelanjutan dari penanganan covid-19, membutuhkan perencanaan yang matang dan sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat, agar tidak terjadi mis informasi yang bisa saja menyebabkan gagalnya upaya pencegahan penyebaran covid.
Skema new normal atau tatanan kenormalan baru, merupakan masa transisi dalam penanganan covid, jika fase ini berhasil yang ditandai dengan menurunnya kasus positif covid, maka kondisi akan berangsur normal kembali. Namun jika fase ini gagal atau terjadi lonjakan kasus covid, maka bisa saja pembatasan yang lebih ketat justru akan diberlakukan.
Untuk itulah perlunya sosialisasi lengkap kepada masyarakat sebelum fase new normal ini diterapkan. Fase new normal mengusung prinsip menjalankan aktifitas produktif namun tetap aman dari covid-19. Itulah sebabnya dalam fase ini tetap diberlakukan protokol kesehatan dengan pengawasan yang ketat, dan ini yang harus dijelaskan secara detil kepada seluruh masyarakat.
Upaya sosialisasi dan edukasi pencegahan serta penyebarluasan informasi tentang covid dan juga persiapan new normal terus dilakukan oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Aceh Tengah melalui berbagai cara baik melalui sosialisasi langsung maupun memalui berbagai media.
Upaya sosialisasi dan edukasi ini juga melibatkan pihak-pihak terkait agar lebih efektif dan berhasil.
Pihak yang kemudian dirangkul untuk memembantu pelaksanaan sosialisasi ini diantaranya para Kasie Informasi dan Komunikasi (Infokom) kecamatan dan Kelompok Informasi Masyarakat atau yang di kabupaten Aceh Tengah dinamai Kelompok Informasi Kampung (KIK).
Kasie Infokom kecamatan merupakan bagian dari PPID kecamatan yang selama ini sudah terlibat dalam penyebarluasan informasi publik, dan dalam kondisi seperti saat ini keterlibatan para Kasie Infokom dalam sosialisasi pencegahan covid maupun persiapan new normal.
Sementara Kelompok Informasi Kampung merupakan kelompok yang ditumbuhkan dan dibina oleh Dinas Komunikasi dan Informatika sebagai mitra dalam penyebarluasan informasi di tingkat kampung/desa, jadi sangat relevan melibatkan KIK ini dalam sosialisasi pencegahan covid ini.
Untuk membekali para Kasie Infokom dan KIK dalam membantu penyebarluasan informasi dan edukasi covid serta new normal, hari ini, Rabu (15/6/2020) Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Aceh Tengah selaku Ketua Bidang Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, menggelar pertemuan sosialisasi, bertempat di Oproom Setdakab. Aceh Tengah.
Dalam presentasinya, Kepala Dinas Kominfo, Khairuddin, ST, MM menyampaikan definisi new normal, batasan sosial dan protokol kesehatan yang harus tetap diapuhi selama penerapan fase new normal.
“New normal ini intinya menghidupkan kembali aktifitas produktif namun tetap aman dari covid, itulah sebabnya batasan-batasan sosial dan protokol kesehatan tetap diberlakukan, ini yang perlu terus kita sosialisasikan kepada masyarakat agar tidak terjadi salah persepsi di tengah masyarakat, untuk itu peran aktif para Kasie Infokom dan KIK sangat kami harapkan untuk membantu kami dalam melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat,” ungkap Khairuddin atau yang akrab disapa Yoes ini.
Lebih lanjut Yoes menyampaikan bahwa sosialisasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik melalui komunikasi langsung maupun melalui media antara seperti brosur, baliho, running tex dan melaui media seperti radio, koran, tabloid, media online dan media sosial seperti facebook, whatsapp, twitter dan sebagainya.
“Saat ini sebagian besar masyarakat sudah familiar dengan media online maupun media sosial, artinya kita bisa manfaatkan media ini sebagai wahana sosialisasio, namun karena masyarakat kita juga terikat dengan budaya dan kearifan lokal, sosialisasi langsung juga masih diperlukan untuk menyampaikan informasi detil yang mudah dipahami oleh masyarakat,” lanjut Yoes.
Menurut Yoes, kunci keberhasilan new normal ini sangat tergantung pada disiplin individu dalam mematuhi batasan sosial dan protokol kesehatan, dan menjadi tugas kita bersama untuk membangkitkan disiplin ditengah masyarakat melalui upaya sosialisasi yang intensif dan sinergis.
“Apapun ceritanya, disiplin individu menjadi kunci utama keberhasilan penerapan fase new normal ini, dan ini menjadi tugas kita untuk menggugah disiplin warga dalam mematuhi protokol kesehatan melaui sosialisasi dengan memanfaatkan berbagai media,” pungkasnya.
[FTM/DM





