Warga 10 Kampung Bersihkan Semak Jalan Samarkilang

oleh

SAMARKILANG-LintasGAYO.co : Ratusan warga 10 Kampung di Kecamatan Syiah Utama Kabupaten Bener Meriah melakukan pembersihan semak belukar yang bikin menyempit jalan ke Kemukiman tersebut, Selasa 21 April 2020.

“Jalan berbatu menyempit karena semak belukar, hari ini kami secara bersama-sama membersihkannya sejauh 10 kilometer,” ungkap Ketua Forum Reje Syiah Utama, Iskandar.

Pembersihan semak belukar ini, kata Reje Kute Lah Lane ini, menggunakan beragam peralatan, mulai mesin babat, chainsaw, hingga parang.

“Selain mengurangi resiko kecelakaan, juga dalam rangka menyambut bulan seribu berkah, bulan Ramadhan tahun ini,” tambah Iskandar.

Berharap Pengaspalan Jalan

Sementara Reje Kampung Kerlang, M Syam menyatakan harapannya agar badan jalan yang berstatus Provinsi Aceh tersebut segera diaspal tanpa ada penundaan sebagai dampak pandemi Covid-19.

“Akses jalan ini vital sekali dalam kehidupan kami. Hasil perkebunan maupun pertanian rendah nilai jualnya, sementara nilai jual barang masuk jauh lebih tinggi dibanding pusat pasar Pondok Baru,” ungkap M Syam.

Dikatakan, bagian jalan yang masih belum disentuh aspal sejauh 18 kilometer dari Rusip hingga Samarkilang.

Selain jalan, sarana prasarana jembatan juga menjadi kendala utama bagi warga dalam beraktivitas perekonomian.

“Kami butuh jembatan melintasi sungai Jambo Aye sekitar 150 meter penghubung perumahan kami dengan lahan kebun dan sawah,” harapnya.

Kegiatan pembersihan jalan tersebut dipantau oleh Forkopimcam terutama Camat setempat, Khalisuddin.

Dia juga berharap agar harapan warga berupa peningkatan jalan dan jembatan dapat terealisasi tanpa kendala apapun.

“Setiap hari kami mendengarkan keluhan serta harapan warga soal jalan dan jembatan, semoga saja segera terwujud,” ujar Camat Khalisuddin.

Informasi yang dihimpun media ini, lanjutan peningkatan jalan ini sudah menjadi prioritas Pemerintah Aceh dimulai tahun 2020 ini yang dilaksanakan dengan sistem kontrak Multi Years (MYC).

Belum diperoleh informasi apakah program ini masuk dalam kegiatan yang ditunda akibat pandemi Covid-19.

[Andi]

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *