Banda Aceh-LintasGayo.co : Pengurus Himpunan Pemuda Mahasiswa Pelajar Bener Meriah (HPBM) Banda Aceh menyatakan sikap netral pada Pilkada 2017 mendatang. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum HPBM Banda Aceh, Muhammaddinsyah kepada LintasGayo.co, di Anjungan Bener Meriah Sabtu 31 Desember 2016.
“Tidak benar jika ada yang mengatakan HPBM Banda Aceh mendukung salah satu calon Gubernur/Wakil gubernur ataupun salah satu Calon Bupati/Wakil Bupati yang bertarung di Bener Meriah. Saya tegaskan bahwa HPBM Banda Aceh bersikap netral dalam menyambut pesta demokrasi di 2017″. Ungkap Madin sapaan akrab Ketua HPMB ini.
Muhammaddinsyah melanjutkan, secara personal pihaknya mengakui bahwa mahasiswa juga memiliki hak politik (memilih), dan pastinya semua mahasiswa memiliki pilihan masing-masing.
“Kami tidak pernah mengitervensi hak politik (memilih) kawan-kawan mahasiwa. Hanya saja, membawa nama Lembaga ini untuk kepentingan pribadi bukanlah sikap baik bagi seorang mahasiswa”. Tegas Mahasiswa Bahasa Inggris UIN Ar-Raniry ini.

Senada ditegaskan Wakil Ketua umum HPBM Banda Aceh, Junaidi, pihaknya berharap kepada semua pihak mahasiswa yang tergabung dalam pengurus HPBM Banda Aceh untuk tidak membawa nama lembaga tersebut kepada salah satu kandidat, baik terhadap Calon Gubernur/ Wakil Gubernur Aceh ataupun Calon Bupati/Wakil Bupati di Bener Meriah.
“Seluruh pengurus HPBM Banda Aceh berharap kepada semua pihak untuk tidak menggiring opini publik mengenai keberpihakan HPBM Banda Aceh kepada salah satu kandidat, karena hal tersebut dapat merusak citra HPBM sebagai lembaga yang netral sekaligus mengangkangi idealisme kami sebagai mahasiswa”. Tegasnya
Sementara itu Kepala Bidang Hukum dan Politik HPBM Banda Aceh, Wan Budi Ara menegaskan bahwa secara kelembagaan HPBM Banda Aceh tidak boleh berpihak kepada kandidat manapun dalam Pilkada.
“Sesuai dengan AD/ART HPBM Banda Aceh, jelas dikatakan bahwa HPBM Banda Aceh tidak boleh terlibat dalam politik praktis. Oleh sebab itu, jika ada oknum yang membawa nama paguyuban ini sebagai alat untuk mendukung salah satu kandidat, kami nyatakan bahwa itu tidak benar dan jika itu terjadi, kami akan tindak lanjuti sesuai dengan prosedur yang ada”. Pungkas Mahasiswa Syari’ah dan Hukum UIN Ar-Raniry tersebut.
Seperti yang diketahui menjelang Pilkada mendatang, banyak para calon yang mengajak duduk berdiskusi hal tersebut wajar sebagai calon pemimpin kedepannya.
(SP)





