Redelong-LintasGayo.co : Terkait pemukulan yang dilakukan oleh ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Bener Meriah, Iwan Kurnia kepada anggotanya Anwar Hidayat yang merupakan ketua divisi SDM dan Humas KIP Bener Meriah, Rabu, 7 September 2016 lalu Aliansi Demokrasi Masyarakat Bener Meriah (ADEM-BM) meminta ketua KIP Bener Meriah di copot dari jabatannya.
Permintaan pencopotan ini disampaikan oleh kelompok masyarakat yang menamakan diri ADEM ini dalam demonstrasi yang dilakukannya di kantor KIP Bener Meriah, Jum’at 10 September 2016.
“Kami mendesak komisioner KIP Bener Meriah untuk segera melakukan rapat pleno untuk mencopot ketua KIP Bener Meriah”. kata Rahmadiyanto dalam orasinya.
Dilanjutkannya bahwa tidak etis seorang ketua KIP yang telah melakukan kekerasan masih dilanjutkan memimpin KIP Bener Meriah, karena ini merupakan perbuatan yang kriminal sudah melanggar hukum.
“Jangan sampai ada orang yang bermental premanisme memimpin sebuah lembaga terhormat, ini tidak etis,” tegasnya.
Orasi juga disampaikan Waladan Yoga. “Tidak sepantasnya hal tersebut dilakukan oleh seorang Ketua, karenanya kami meminta agar pihak KIP segera menggelar pleno untuk menggantikan Iwan Kurnia sebagai Ketua KIP Bener Meriah,” ujar Waladan.
Adem-BM yang terdiri dari perwakilan GMNI, HMI dan Gapura Bener Meriah tersebut, tiba di di Kantor KIP Bener Meriah, Jum’at (8/9) sekitar pukul 10.30 Wib dan diterima oleh anggota KIP Bener Meriah, Mukhtarudin dan Rosmanila, serta dikawal ketat oleh puluhan personil kepolisian dari Polres Bener Meriah.
Dihadapan para pengunjuk rasa, anggota Komisioner KIP, Muhtaruddin, SE dan Rosmanila, SH menyampaikan terimakasih kepada semua pihak termasuk mahasiswa dan insan pers yang telah peduli terhadap persoalan yang terjadi di Kantor KIP tersebut sehingga Adem BM hadir ke sekretariat untuk mempertanyakan sejauh ini pihak kepolisian Bener Meriah menangai Insiden antara Ketua KIP dengan Anwar Hidayat yang juga sebagai anggota Komisioner KIP tersebut.
Dalam hal ini, kata Mukhtarudin kasus tersebut sudah ditangani oleh pihak berwajib.
“Hari ini Ketua KIP Bener Meriah Pak Iwan Kurni, SPd, telah dipanggil oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangannya terkait kasus penganiayaan tersebut, dimana sebelumnya Polisi juga telah meminta keterangan dari sekretaris KIP Abdul Latif dan kemungkinan untuk melengkapi Berkas Acara Perkara (BAP), kami juga akan di panggil untuk dimintai keterangan selaku komisioner,” ucap Mukhtar sembari meminta para perwakilan mahasiswa dari berbagai organisasi ekstra kampus itu untuk bersabar.
Dia juga mengucapkan bahwa pihaknya Komisioner KIP juga akan mengadakan pleno sesuai tuntutan ADEM-BM.
Sedangkan Rosmanila dalam kesempatan menambahkan, proses hukum itu pasti berjalan karena sudah ada laporan ke pada Polres Bener Meriah, untuk itu pihaknya berharap pada mahasiswa untuk bersabar menungu prosesnya.
“Dan kami. sebagai Komisioner juga akan melakukan pleno,” kata Rosmanila mengulang pernyataan rekannya Mukhtaruddin.
Kedatangan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Adem-BM, juga membawa sepanduk bertuliskan Copot Ketua KIP Bener Meriah. (GM)






