
TAKKAN kemana kalau memang rezeki, begitulah yang dialami sepasang pengantin muda warga Lumut Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Rizal dan istrinya. Keduanya membuka kios dengan berbagai macam kebutuhan sehari-hari di tengah hutan belantara, Bur Geruguh, lokasi penambangan emas sejak beberapa bulan terakhir.
Kepada LintasGayo.co, Minggu 8 Oktober 2015, Rizal mengaku dalam sehari dia bersama sang istri bisa menghasilkan omzet penjualan sebesar 2 juta Rupiah.
“Lumayan besar untungnya, hanya dari berjualan saja. Di lokasi ini saya hitung-hitung ada ratusan orang yang bekerja, dalam sehari mereka harus membeli kebutuhan sehari-hari, rokok, makanan ringan dan minuman,” kata Rizal.
Selain menjual aneka makanan ringan dan minuman, Rizal menambahkan dia juga menerima penjualan hasil emas yang sudah di tambang. “Jika mereka (penambang) mau jual emasnya ke sini, saya akan membeli sesuai dengan harga dan kadar emasnya berapa,” ujar putra asli Lumut ini.
Amatan LintasGayo.co, kios milik pasangan manten baru ini tak pernah sepi, dalam beberapa saat LintasGayo.co mampir di kios tersebut, silih berganti pekerja tambang datang membeli berbagai keperluan masing-masing.
(Wein Mutuah)





