Hujan Lagi, Warga Gayo Ngeri

oleh
Genangan air di jalan Takengon-Toa.(LGco_Kha)
Genangan air di jalan Takengon-Toa.(LGco_Kha)

Takengon-LintasGayo.co : Warga dataran tinggi Gayo ngeri dengan hujan menyusul banyaknya terjadi bencana, air bah dan longsor dalam beberapa hari ini.

“Saya ngeri dengan hujan walau rumah saya berada di titik aman dari longsor dan banjir bandang,” ungkap Ayu seorang warga Pegasing, Jum’at malam, 23 Oktober 2015. Dia mengaku banyak sanak saudara yang berdomisili di daerah rawan bencana baik di sekitar Lut Tawar, maupun daerah lainnya.

Senada juga diungkapkan Gani, warga Kecamatan Bintang. “Sejak sore hingga malam ini hujan mengguyur di kawasan Nosar Kecamatan Bintang, kami khawatir terjadi bencana,” ujar Gani saat dikonfirmasi.

Seorang warga Teritit Bener Meriah yang enggan disebut namanya menyatakan selain bencana alam, hujan juga memicu kriminal. “Saat hujan deras, biasanya maling justru ambil kesempatan, kita mesti waspada,’ ungkap warga tersebut.

Sementara dari kawasan Gemboyah Linge dan Jagong Jeget dilaporkan hujan mengguyur sejak maghrib walau tidak begitu deras. Warga Gemboyah, Al Yasa mengatakan dirinya dan warga setempat bersiaga, khawatir terjadi banjir bandang susulan setelah terjadi 2 kali dalam 3 hari ini.

Seorang nelayan yang tinggal di rumah panggung di seputar Dermaga Takengon, Arawin mengaku resah dengan hujan  yang terus mengguyur. Pasalnya, air danau Lut Tawar yang naik karena hujan hampir mencapai lantai rumahnya. “Tidak lebih dari 5 centimenter lagi, jika hujan terus mengguyur saya mesti mengungsi karena rumah saya direndam air danau,” ungkap Arawin. (WA)

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *