Warga Putri Betung Minta Pemkab Kaji Ulang Wacana Relokasi

oleh
Sejumlah pendaki gunung di ketinggian Gunung Leuser. (Muhammad Isnaini)

Blangkejeren-LintasGayo.co : Terkait adanya wacana Bupati Gayo Lues, merelokasi warga satu Kecamatan Putri Betung ke daerah Lukup membuat sebagian warga resah. Pasalnya, warga sudah merasa nyaman dengan kehidupan mereka di tempat yang sudah dihuni secara turun-temurun ini.

Wacana tersebut mengemuka setelah pihak Pemkab Gayo Lues beranggapan, warga Kecamatan Putri Betung sebagian besar tinggal di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dan ditempat relokasi nanti setiap warga akan diberi fasilitas seperti rumah, kebun kakao siap panen dua hektar per KK dan menyediakan fasilitas sekolah, masjid dan fasilitas lainnya.

Salah seorang warga Gumpang, Asiah Jabo mengatakan terkait wacana relokasi tersebut, Pemkab harus mengkaji ulang lagi. Karena perpindahan warga bukan hanya berpindah tempat tapi juga perpindahan manusia serta kebiasaannya juga perlu diteliti kembali.

“Terlebih masyarakat Putri Betung sudah nyaman dengan kondisi hunian yang telah turun temurun ditinggalinya, terlebih lagi jika ada relokasi, warga Putri Betung memikirkan bagaimana nasib makam salah satu leluhur Datuk kerkun yang menjadi makam keramat di Putri Betung,” ujarnya.

Senada dengan Asiah Jabo, salah seorang yang tergabung dalam Persatuan Pemuda Pemudi Putri Betung, Wahyudi berharap, Pemkab dapat membebaskan lahan yang sudah di buka masyarakat menjadi tanah adat dengan syarat tidak merambah hutan lagi.

“Memang ada sebagian desa di Putri Betung rawan bencana, disebabkan banyaknya perambahan hutan. Jika perambahan hutan yang menjadi sebab relokasi maka mulai dari sekarang kita jaga bersama-sama hutan lindung. Dan kalau bisa di buat kesepakatan antara dinas terkait dengan masyarakat tentang perlindungan hutan karena tugas menjaga hutan adalah tugas kita bersama,” demikian Wahyudi.

(Susi Susanti | DM)

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.