Gayo Lues-LintasGayo.co: Selain meraih rekor MURI, 5005 penari Saman yang tampil di Stadion Seribu Bukit akan menjadikan 24 November 2014 menjadi “Hari Saman Dunia” yang akan diperingati setiap tahun.
“Tanggal 24 November tepat saat Unesco menyerahkan sertifikat Saman Gayo sebagai warisan dunia non benda,” kata Kabag Humas Syafruddin kepada LintasGayo.co, Selasa (11/11/2014).
Syafruddin menjelaskan, pemerintah kabupaten Gayo Lues sangat fokus pada penciptaan hari “Saman Dunia” ini, karena ini menjadi bukti Gayo itu milik dunia.
“Ini bukti pemkab punya niat kuat menjadikan Saman sebagai simbol Gayo dimata dunia, dan Pak bupati fokus pada itu,” ujar Syafruddin.(tarina)






