Belajar Demokrasi Sejak dari Sekolah

oleh

Oleh: Sri Rahayu,S.Pd

IMG-20140628-00670_jwDI TENGAH gejolak perpolitikan di negeri ini, banyak pelajaran yang bisa diambil hikmahnya oleh masyarakat. Pertarungan perebutan pimpinan DPR/MPR RI semakin membuka kita pada kualitas anggota dewan yang terhormat yang telah dipilih oleh rakyat.

Kedewasaan berdemokrasi masyarakat semakin teruji dan terasah. Sehingga tak mengherankan kecerdasan rakyatpun dalam berdemokrasi rasanya lebih terbuka dari pada anggota parlemen yang lebih mengedepankan kepentingan golongan.

Pembelajaran berdemokrasi tersebut, sebenarnya bisa diawali dari level yang paling kecil, seperti pemilihan kepada desa (keuchik-Aceh) yang sekarang ini juga sudah dilakukan secara langsung oleh masyarakat.

Level lebih kecil lagi bisa dilihat dengan adanya pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Hal ini terlihat di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Banda Aceh. Dimana, semua siswa pada 2-3 Oktober lalu telah melakukan pemilihan Ketua OSIS layaknya pemilihan Kepala daerah atau anggota legislatif di negeri ini.

Dalam pesta demokrasi di level sekolah ini, menghadirkan enam calon yang diajukan masing-masing kompetensi keahlian. Ke enam calon tersebut yakni Muhammad Naufal dari kompetensi keahlian Teknik Komputer Jaringan (TKJ), lalu ada nama Kevin Hidayatullah dari kompetensi keahlian Persiapan Grafika (PG).

Bukan saja calon dari laki-laki, sama juga seperti pencalonan anggota DPR harus ada keterwakilan perempuan, maka calon Ketua OSIS pun memunculkan calon perempuan yang dimajukan oleh kompetensi keahlian Administasi Perkantoran (AP) yakni Safira Dirayati. Selain itu ada juga Izzatul Maudah yang maju dari kompetensi keahlian Usaha Perjalanan Wisata (UPW).

Calon lainnya, yakni Munir Isvandiar yang maju dari kompetensi keahlian Akuntansi,  serta seorang lagi yakni Rahmat Fadhillah M yang maju menjadi calon ketua OSIS dari kompetensi keahlian Pemasaran. Semua calon ketua OSIS ini adalah pelajar kelas XI atau kelas 2.

Layaknya calon kepala daerah, pihak sekolah terlebih dahulu mempersilahkan para calon untuk mengkampanyekan diri mereka masing-masing mengapa layak untuk dipilih menjadi ketua OSIS periode 2014-2015. Karenanya, merekapun ikut menyebarkan profil diri dan menyampaikan misi dan visi masing-masing.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMK N 1 Banda Aceh, Salma,S.Pd mengungkapkan, dengan dilakukan kampanye dan pengenalan diri ini, diharapkan para siswa bisa memilih Ketua OSIS yang berkarakter dan mampu mengembangkan diri. Karenanya, para calon ketua OSIS yang akan dipilih ini, terlebih dahulu dilatih tentang berbagai hal.

Dikatakan, dengan dilakukan latihan atau pembekalan ini, calon terpilih nantinya sudah memiliki ilmu kepemimpinan, sehingga bisa memimpin organisasi di sekolah dan bisa membawa OSIS SMKN 1 ke arah yang lebih baik lagi pada periode kepemimpinannya.

“Pilihlah Ketua OSIS bukan karena semata-mata misi-visi mereka, namun lihat juga kepribadian sang calon,” ujar Salma sambil mengingatkan pilihan yang dilakukan bukan karena ganteng atau cantik, tapi lihat mereka yang bisa membawa OSIS SMKN 1 Banda Aceh kedepan lebih baik.

Pemilihan ketua OSIS yang dilakukan secara langsung ini, menjadi pembelajaran berharga bagi para siswa untuk mengenal proses demokrasi. Sehingga, nantinya saat mereka menjadi bagian dari masyarakat sesungguhnya sudah memiliki pengalaman yang berharga.

Kiranya, pengenalan proses demokrasi sejak dini ini perlu ditanamkan oleh sekolah yang merupakan sumber pendidikan utama anak bangsa ini.

Mengenalkan, pendidikan demokrasi bagi siswa ini merupakan langkah awal mempersiapkan calon pemimpin masa depan bangsa ini, setidaknya calon pemimpin Aceh ke depan yang kaya akan pengalaman mulai dari jenjang sekolah.

Selamat, siapapun yang terpilih, kalian adalah yang terbaik dan calon pemimpin negeri ini dimasa mendatang.[JW]

 

Penulis, guru di Banda Aceh

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *