PWI Aceh gelar Pelatihan Jurnalistik Liputan Pemilu Damai

oleh

Banda Aceh-LintasGAYO.co : Peranan pers atau media massa sangat dibutuhkan dalam mendorong pemilu damai, khususnya di Aceh. Sebagai kontrol sosial, media diharapkan juga memberikan sumbangan pemikiran dalam menciptakan pemilu yang damai ini.

Tentunya, dalam menjalankan tugas kewartawanannya, pers harus berpatokan pada kode etik jurnalistik (KEJ). Hal itu bisa dicapai bila kualitas pers dan perannya terus ditingkatkan. Karena, hal ini didasari bahwa peran pers sangat penting dalam menunjang pembangunan nasional dan daerah.

Peran media massa ini juga harus ditopang dengan pengetahuan akan pemilu itu sendiri, setidaknya wartawan harus memiliki kemampuan setera dalam memahami kebijakan untuk melahirkan pemilu damai yang bisa diterima dengan baik oleh masyarakat.

Berdasarkan hal itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, melalui Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) PWI Aceh bersama Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informasi dan Telematika (Dishubkomintel) c/q UPTD Seuramo Informasi, menggelar pelatihan jurnalistik bagi wartawan yang akan meliput pemilu legislatif 9 April 2014 mendatang.

Pelatihan yang digelar selama dua hari, 10 -11 Maret 2014 ini, dilaksanakan di aula PWI Aceh, Simpang Lima, dengan menghadirkan lima pemateri, masing-masing dari KIP Aceh, Panwaslu Aceh, PWI Aceh, IJTI Aceh dan AJI Banda Aceh.

“Kita berharap hasil dari pelatihan ini dapat memberi pencerahan kepada wartawan yang bertugas meliput Pemilu di Aceh agar dapat menjaga keseimbangan dalam pemberitaan, sehingga dapat menjaga kondisi damai ini,” ujar Wakil Ketua PWI Aceh bidang Organisasi, HT Anwar Ibrahim.

Ditambahkannya, kondisi saat ini memerlukan kehati-hatian wartawan, terutama dalam menghasilkan karya jurnalistik, sehingga mampu menghasilkan tulisan yang menjadi bahan pembelajaran dan penyejuk bagi masyarakat luas.

“Peserta yang ikut dalam diskusi dan ceramah ini kita plotkan 35 orang dari wartawan berbagai media massa di Banda Aceh dan Aceh Besar, serta perwakilan organisasi kewartawanan yang ada, seperti PWI, AJI dan IJTI,” ujar M Zairin, Ketua Panitia Pelaksana kegiatan, Senin (24/2).

Ditambahkannya, isu ini menarik untuk dibahas, mengingat Pemilu 2014 sudah di depan mata. Perebutan kursi dewan, baik DPRA, DPRK maupun DPR-RI, akan menampilkan persaingan para caleg dan parpol.

“Menjelang pelaksanaan Pemilu ini saja, gesekan-gesekan mulai terjadi. Bahkan ada gesekan yang mulai menjurus ke tindakan anarkis dan kriminal. Sehingga diperlukan pemberian pemahaman kepada masyarakat untuk bisa menciptakan pemilu damai. Dan tugas itu ada pada media,” ujar Zairin.

Tujuan dari kegiatan ini, tambah Iranda Novandi, Direktur Diklat PWI Aceh yang juga Kepala Sekolah Jurnalisme Indonesia, untuk memberi pemahaman dalam menyampaikan informasi menganai pemilu damai melalui media massa. Meningkatkan pengetahuan wartawan di Aceh tentang Pemilu Damai serta menjadi ajang pertukaran ide (exchange of idea) dalam menciptakan Pemilu Damai di Aceh.

“Target/capaian dari kegiatan ini agar muncul pemahaman yang sama untuk bisa memberitakan informasi yang berbasis pemilu damai, menciptakan wartawan yang paham dan memiliki pengetahuan menyangkut pemilu damai serta lahirnya ide-ide kreatif dalam pemberitaan yang membawa dampak bagi timbulnya pemilu damai di Aceh,” kata Iranda.

 

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

M Zairin                      : 0811681450

Iranda Novandi           : 081360253940

(Rilis)

 

 

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.