(Renungan tentang Menunda Kebaikan dan Hilangnya Kepekaan) Oleh: Mahbub Fauzie (Kepala KUA Atu Lintang, Aceh Tengah) Ada satu kebiasaan kecil yang sering
Tag: Mahbub Fauzie
Ringan Untuk yang Mudharat, Berat Bagi yang Bermanfaat
(Renungan tentang Arah Hati yang Mulai Tersesat) Oleh: Mahbub Fauzie (Kepala KUA Atu Lintang, Aceh Tengah) Kita sedang hidup dalam sebuah ironi
Sedekah yang Sama, Nilai yang Berbeda
(Renungan tentang Ikhlas dan Pengorbanan) Oleh: Mahbub Fauzie Di hadapan manusia, angka sering menjadi ukuran. Rp50.000 dari siapa pun terlihat sama: sama
Ikhlas di Tengah Pergulatan Batin
Lanjutan: Ikhlas yang Menjadi Karakter Oleh: Mahbub Fauzie (Kepala KUA Atu Lintang, Aceh Tengah) Keikhlasan sering kita bayangkan sebagai sesuatu yang tenang,
Ikhlas yang Menjadi Karakter (Lanjutan: Ikhlas, dari Terpaksa Menjadi Terbiasa)
Oleh: Mahbub Fauzie (Kepala KUA Atu Lintang, Aceh Tengah) Keikhlasan yang dilatih perlahan—yang awalnya terasa berat lalu menjadi ringan—pada akhirnya akan sampai
Ikhlas, dari Terpaksa Menjadi Terbiasa (Lanjutan: Ikhlas yang Tumbuh dari Kesederhanaan)
Oleh: Mahbub Fauzie (Kepala KUA Atu Lintang, Aceh Tengah) Tidak semua kebaikan lahir dari hati yang langsung lapang. Tidak semua keikhlasan tumbuh
Ikhlas yang Tumbuh dari Kesederhanaan
(Lanjutan: Belajar Ikhlas dari Mereka yang Sederhana) Oleh: Mahbub Fauzie (Kepala KUA Atu Lintang, Aceh Tengah) Kita sering keliru menilai. Mengira bahwa
- 1
- 2
- …
- 30
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.







