Karya: Teuku Afifuddin Bulan sabit. Lelaki itu memakukan diri di dinding. Entah apa yang bersarang di benaknya. (Berteriak): Awalnya aku berfikir
Puisi untuk Uan dan Diana: Luah Dalam Ikatan
[Puisi Lirik] Salman Yoga S Tuk Aman-Inen Mayak Uan dan Mardiana Petemun ternyata tak seegois batang ni tolong Jejik pejenyong seseréngé
Air Mata dari Matangkuli untuk Pemimpin Negeri
[Puisi Lirik] Saifuddin Tahun berjalan, pemimpin berganti Nasib rakyat tak siapapun peduli Perwakilan disorak tak juga mau mengerti Tak perlu kami
Sajadah Tua
[Puisi Lirik] Junaidi Zainal Arsyah Sajadah Tua Aku meleburkan mimpi dalam ruang Sajadah tua mendamaikan hati dan jiwa Di sepertiga malam
[ARSIP] Puisi Wiratmadinata: Kado yang tak pernah dikirimkan
Engkau selalu meminta kalimat Karenanya kuberi engkau kata Katamu engkau inginkan nyanyian Kemudian padamu kukirimkan nada
Penyair dan Pesuling Muda dari Bintang yang Tenggelam
[cerpen] Himmah Tirmikoara “Assalamu’alaikum, Ama. Maaf, saya terlambat lagi…,” “Walaikumussalam…” Tanpa perlu berkata lagi kubiarkan sosok remaja berbadan atletis itu mencium tanganku
Pi’i, Lelaki Tua di Teluk Singkil
[Esai] Irama Br Sinaga TELUK adalah sebuah kampung yang didiami ratusan kepala keluarga, Kampung Teluk jauh dari perkotaan, butuh tiga jam naik
- Sebelumnya
- 1
- …
- 192
- 193
- 194
- …
- 214
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
