[Puisi ] Zuhra Ruhmi Binti Zain Lepat yang tertutup rapat dengan daun pisang Meski dengan daging tanpa rasa Namun tergantikan dengan manis
Tep Onem
[Syaer Gayo] Banta Aman Farida Tep Onem Wo suderengku enti mulo inger Ini male kuseder kin eseng-eseng Isawahni jema si ara mubiner
Sang Akhwat
[Cerbung] (Bagian. 1 dari 5 Cerita) Irama Br Sinaga Empat tahun menuai cerita yang panjang. Sang akhwat yang berparas sederhana, lembut dan
Kedamaian Saja Cukup Bagiku
[Puisi] Yusuf Alfoba Kenawat Walau jungkirbalik Tidak akan memberikan perubahan Karna kesendirian ibarat menepuk sebelah tangan Soal negeri khatulistiwa Bhineka Tunggal
Lagu Bulan
[Puisi] Sulaiman Juned senja hampir selesai begini jauh perjalanan. Aku berangkat melukiskan hujan di halaman berbaur sekerat rindu sepanjang rambut meski harumnya
Hariku Malang Hari Ku Kenang
[Cerpen] Maulida Sejak malam Sabtu itu aku sudah berangan-angan untuk pergi ke kampus dan memakai baju yang tidak pernah dipakai sebelumnya, semenjak
Monolog Edminus Anderskor “Harus Jadi Presiden”
Catatan : Ansar Salihin Pertunjukan teater monolog Edminus Anderskor Harus Jadi Presiden tampil di Gedung Teater Arena Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang
- Sebelumnya
- 1
- …
- 192
- 193
- 194
- …
- 218
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.







