Pang Aci Terbaring di RSZA, Fauzan Azima Serukan Doa Masyarakat Gayo

oleh

BANDA ACEHLintasGAYO.co : Kabar duka datang dari Banda Aceh. Dailami alias Teungku Aci atau Pang Aci, mantan Gubernur Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Wilayah Linge dan mantan Wakil Bupati Bener Meriah, kini tengah terbaring menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSZA) Banda Aceh.

Sudah tiga hari Pang Aci berada di rumah sakit tersebut. Kondisi kesehatannya disebut cukup memprihatinkan setelah mengalami stroke yang berkaitan dengan riwayat luka tembak yang pernah dideritanya pada bagian dada kiri saat awal pemberlakuan Darurat Militer di Aceh pada 2003.

Fauzan Azima, mantan Panglima GAM Wilayah Linge, menyampaikan kabar tersebut sekaligus mengajak masyarakat Aceh, khususnya masyarakat Gayo, untuk mendoakan kesembuhan Pang Aci.

“Pang Aci sudah tiga hari di Rumah Sakit Zainal Abidin Banda Aceh. Beliau mengalami sakit stroke akibat luka tembak di bagian dada kiri yang dialaminya pada awal Darurat Militer diberlakukan di Aceh tahun 2003,” ujar Fauzan.

Menurut Fauzan, luka lama tersebut telah mendapatkan penanganan medis melalui operasi. Namun, persoalan kesehatan yang berkaitan dengan luka tersebut masih dirasakan hingga bertahun-tahun kemudian.

“Meskipun pernah dioperasi, beliau sering merasakan sakit pada tulang belakang sehingga mempengaruhi saraf motorik. Akibatnya, kedua tangan beliau sekarang sulit digerakkan,” katanya.

Dari Medan Konflik ke Jalan Perdamaian

Pang Aci bukan nama yang asing bagi masyarakat Gayo. Perjalanan hidupnya merupakan bagian dari sejarah panjang Aceh pada masa konflik hingga memasuki era perdamaian.

Lahir pada 5 Februari 1974, Dailami dikenal sebagai Teungku Aci atau Pang Aci. Ia pernah dipercaya menduduki posisi sebagai Gubernur GAM Wilayah Linge.

Setelah konflik Aceh berakhir dan memasuki masa perdamaian, perjalanan Pang Aci berlanjut ke ranah politik dan pemerintahan. Ia kemudian dipercaya menjadi Wakil Bupati Bener Meriah periode 2021–2022.

Bagi masyarakat yang mengenal perjalanan hidupnya, kondisi Pang Aci saat ini menjadi pengingat bahwa luka konflik tidak selalu selesai ketika senjata berhenti berbunyi.

Ada luka yang sembuh di kulit, tetapi meninggalkan persoalan panjang di dalam tubuh. Ada pula masa lalu yang terus dibawa seseorang sepanjang hidupnya.

Fauzan: Hari Ini Tidak Ada Sekat Politik

Fauzan menegaskan bahwa saat ini yang paling penting bukanlah memperdebatkan masa lalu, melainkan memberikan dukungan kemanusiaan kepada Pang Aci yang sedang menjalani ujian kesehatan.

“Terlepas dari perjalanan masa lalu, hari ini kita berbicara tentang kemanusiaan. Pang Aci sedang sakit dan membutuhkan doa kita,” ujar Fauzan.

Ia berharap masyarakat Aceh dan masyarakat Gayo tidak melupakan sosok yang pernah menjadi bagian dari perjalanan sejarah Aceh tersebut.

“Kami mohon doa masyarakat Aceh, khususnya masyarakat Gayo, agar Pang Aci diberikan kesembuhan dan dapat kembali sehat seperti sedia kala,” katanya.

Fauzan juga berharap keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan selama mendampingi proses pengobatan Pang Aci.

“Semoga Allah SWT mengangkat penyakit beliau, memberikan kekuatan kepada Pang Aci dan keluarga, serta memudahkan seluruh proses pengobatannya,” tutup Fauzan.

[SP]

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.