Banda Aceh, Lintasgayo.co – Ketua Keluarga Negeri Antara (KNA) Banda Aceh, Sofyan Griantara, SH, MM, mengajak masyarakat Gayo untuk terus melestarikan seni budaya Didong sebagai warisan leluhur yang menjadi identitas masyarakat dataran tinggi Gayo.
Ajakan tersebut disampaikan Sofyan saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Didong Gayo 2026 dan pemutaran Film Dokumenter Didong “Penyair Negeri Linge” yang digelar di Area Parkir Taman Ratu Safiatuddin, Lamprit, Banda Aceh, Rabu (5/8/2026).
Dalam sambutannya, Sofyan mengawali dengan mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT serta menyampaikan salam kepada seluruh tamu undangan yang hadir. Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri kegiatan tersebut.
Menurutnya, Didong bukan sekadar seni pertunjukan, tetapi juga menjadi media silaturahmi, penyampaian pesan moral, serta ruang untuk bertukar gagasan dan mempererat persaudaraan di tengah masyarakat Gayo.
Sofyan mengatakan bahwa perbedaan pandangan dan dinamika yang muncul dalam berbagai kegiatan maupun organisasi merupakan sesuatu yang wajar. Yang terpenting, kata dia, seluruh elemen masyarakat tetap menjaga persatuan dan kebersamaan demi kemajuan bersama.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Negeri Antara yang berada di Banda Aceh dan sekitarnya untuk terus mendukung berbagai kegiatan pelestarian budaya Gayo agar tetap dikenal oleh generasi muda.
Di akhir sambutannya, Sofyan berharap peringatan Hari Didong Gayo dapat menjadi momentum memperkuat solidaritas masyarakat Gayo sekaligus menjaga kelestarian budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Acara tersebut juga menggelar Diskusi Dido g Gayo yang diisi oleh nara sumber Onot Kemata dan kalangan Muda Zekri yang mewakili kalangan muda,[]





