Apel Tahunan Khutbatul ‘Arsy Al Zahrah: Menanamkan Panca Jiwa dan Mempersiapkan Mental Society 5.0

oleh

BIREUEN-LintasGAYO.co : Pagi itu lapangan bola Pesantren Modern Al Zahrah, Desa Beunyot, Kecamatan Juli, berubah menjadi lautan putih dan hitam. Kamis (30/7/2026), tepat pukul 08.05 WIB, ratusan santri putra dan putri berdiri tegak. Seragam mereka berbeda sesuai tugas masing-masing. Itu pertanda sebuah pertunjukan besar akan dimulai: Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy.

Suasana khidmat terasa sejak awal. Suara merdu Sulhan Ariska, santri kelas 6 KMI, mengalun melantunkan ayat suci Al-Qur’an.

Setelah itu, 16 anggota Paskibra melangkah pasti. Mereka adalah Amry Yandani, Zikri Maulana, David Arya Pratama, Farel Marva Linge, Ujang Muara, Dzaky Rauf, Fahril Aw Pilul Mulki, Rizki Nanda Pratama, Adil Adha, Rafka Ramadhana, Akmal Rizky, Tanoga Wanara, Satria Putra, Hafiz Nawawi, Bima Setia Ramanda, dan Aufar Ariano.

Derap kaki mereka serempak. Diiringi lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan paduan suara santri putri, Sang Saka Merah Putih pun naik perlahan. Pemimpin upacara, Castelo F. Ramadhanu, menginstruksikan penghormatan. Ratusan pasang mata menatap haru ke pucuk tiang.

Bagi Al Zahrah, apel ini bukan sekadar pembuka tahun ajaran baru. Ini adalah napas. Ruang untuk menanamkan nilai, mengasah karakter, dan menyalakan kembali semangat belajar.

*Al Zahrah: Rumah Besar Tanpa Batas*

Bertindak sebagai pembina apel, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd., mengawali amanatnya dengan mengingatkan jati diri pesantren.

“Pesantren Al Zahrah bukan hanya tempat menimba ilmu. Ini rumah besar yang menaungi semua golongan, tanpa membedakan latar belakang. Menjaga nama baik lembaga bukan hanya tugas pimpinan atau guru. Ini tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh santri menghidupkan Panca Jiwa Pesantren: keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan.

Zulkifli mengutip Surah Al-Bayyinah ayat 5:
_”Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena menjalankan agama.”_

“Keikhlasan adalah pondasi. Tanpa ikhlas, amal apa pun terasa hampa, termasuk menuntut ilmu di sini,” ujarnya.

*Melawan Arus Zaman dengan Mutu dan Disiplin*

Beranjak ke pendidikan, Zulkifli menekankan satu kata kunci: mutu.

“Jangan terjebak formalitas. Tingkatkan semangat belajar, giat membaca, kejar target akademik, hafalan Al-Qur’an, dan keterampilan,” pesannya.

Ia mengutip hadis Rasulullah saw.:
_”Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”_ HR. Muslim.

Membaca, katanya, adalah kunci membuka jendela dunia. Ia juga mengingatkan Surah Al-Mujadalah ayat 11 tentang kemuliaan orang berilmu, dan Surah Al-‘Ashr tentang pentingnya waktu.

“Tanpa disiplin waktu, ibadah, belajar, dan akhlak, cita-cita sebesar apa pun akan runtuh,” katanya.

Lebih jauh, ia menyoroti dua “musuh” besar generasi saat ini: narkoba dan konten negatif di dunia digital.

“Pornografi dan pornoaksi mengintai lewat genggaman tangan. Ini musuh bersama,” peringatnya.

Namun zaman juga membawa peluang. Zulkifli mengajak santri bersiap menghadapi era Society 5.0.

“Kuatkan literasi digital, tapi jangan tinggalkan adab. Asah kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif. Kuasai teknologi, jangan sampai teknologi yang menguasai kita,” pesannya lantang.

*Titik Tolak Menuju Indonesia Emas 2045*

Di akhir amanat, Zulkifli mengaitkan semangat santri dengan masa depan bangsa.

“Kita sedang berjalan menuju Indonesia Emas 2045. Bangsa ini butuh generasi yang cerdas otaknya, kuat imannya, dan tangguh jiwanya,” katanya.

Ia menutup dengan Surah Ar-Ra’d ayat 11:
_”Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”_

“Jadikan apel hari ini titik tolak. Perbaiki diri, tingkatkan prestasi, jaga disiplin. Ubah setiap tantangan menjadi tangga untuk naik. Demi diri, demi lembaga, demi agama, dan demi bangsa,” tutupnya.

*Aksi dan Kreasi Usai Apel*

Apel tersebut dihadiri unsur Muspika, Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah Tgk. H. M. Fadhil Rahmi, Lc., M.Ag., Ketua KMI Munawar, S.Pd., Kepala MTsS Al Zahrah Hanif Abdullah, S.Pd., Kepala Kepengasuhan Zainal Adha, S.Pd., Wakil Kepengasuhan Rizkiyani, S.Pd., Ketua ALC Ikhwan Ramadhan, M.Ag., Ketua TDC Eka Prasetia, S.Pd., Koordinator Pusat Pengembangan Bahasa Fajri, S.Pd., segenap majelis guru, dan perwakilan orang tua santri.

Usai amanat, suasana berubah. Lapangan yang tadinya khidmat kini riuh. Galaxi Soundwave Marching Band menggebrak panggung, disusul tarian nusantara, drama komedi, atraksi Tapak Suci, karate, hingga lompat harimau yang memetik tepuk tangan panjang dari para tamu.

Apel berakhir, tetapi pesannya menggantung di udara: santri Al Zahrah harus siap. Siap secara iman, siap secara ilmu, dan siap menghadapi zaman.

[RN]

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.