TAKENGON-LintasGAYO.co : Pemkab Aceh Tengah, secara resmi mengumumkan untuk meniadakan seluruh rangkaian kegiatan HUT Kota Takengon.
Dengan demikian event pacuan kuda yang sempat menjadi polemik di tengah masyarakat Aceh Tengah, yang masih belum pulih dari bencana, dipastikan batal.
Keputusan pembatalan ini tidak diambil secara sepihak, melainkan merupakan hasil dari proses public hearing dan diskusi mendalam yang melibatkan berbagai elemen masyarakat serta tokoh-tokoh di Aceh Tengah.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Aceh Tengah, Erwin Pratama, Selasa 22 April 2026.
“Setelah diadakan rapat hari ini antara pimpinan daerah dan semua pemangku kepentingan, pacuan kuda dibatalkan,” terang Erwin Pratama.
Langkah ini diambil, kata Erwin lagi, dikarenakan daerah akan melakukan penanganan intensif pascabencana yang terjadi.
Menurutnya, meskipun agenda pariwisata memiliki nilai strategis, solidaritas kemanusiaan tetap merupakan prioritas utama bagi pemerintah daerah.
Melalui peniadaan rangkaian HUT Kota Takengon, Pemkab Aceh Tengah berharap seluruh lapisan masyarakat dapat memahami situasi darurat yang sedang dihadapi dan bahu-membahu dalam proses pemulihan daerah.
Sebelumnya, Pemkab Aceh Tengah berencana akan menggelar event pacuan kuda, sebagai ajang public hearing dan stimulus pembangkit ekonomi pascabencana.
Namun, hal itu ditolak oleh sebagian besar masyarakat Aceh Tengah, lantaran daerah ini belum sepenuhnya pulih dari bencana.
[Darmawan]





