[Puisi Bahasa Gayo] Jean Amrouche – Aljazair

oleh

Pemujaen Batang ni Palem

I kelem lao kelem, batang ni palem mongot muderu
Bayangenné petungkuk i atas ni lut
Hampir tanpa ling lagu jiwe-jiwe si beramuren bersebuku
Wan ketenangen bintang-bintang si gere bergerak.

Batang ni palem,
Kin sahen gegir ni pumu mu si petungkuk
Den sénguk pongotmu si bisu wan kelem bute?

Batang ni palem,
Kin sahen lut gip mutalu
Aroma pesam
Kesedihen,
Si bersemayam i emas ni atému si setengah muke?
Kin ciuman bengi ni ulen?

Akankah Wé sawah, anak si telanjang, urum kul ni mata
Kin munyebaren hasrat-É ke seluruh beningmu,
Den i langit si gere bergeral
Akankah cinta si gere terduga lahir,
Den kemudien melesat ku pucuk bintang-bintang?

Oh batang ni palem,
Mantel wauk birumu si mukimes
Den bayangen tubuhmu si mengut;
Jeb lao nge menyanyinen matani lao si memekakkan kemiring
i panté-panté si mempesona ini.

Saat é nomé naru
Akan mugédokni bedente si berat ku arah bumi. *[SY]*

Jean Amrouche, lahir 7 Februari 1906, Ighil Ali, Aljazair dan berimigrasi bersama keluarganya ke Tunisia ketika masih sangat muda. Ia menyelesaikan studinya di Tunis dan Paris. Sebagai seorang pemuda, Amrouche menerbitkan Cendres (1934; “Abu”) dan Étoile secrète (1937; “Bintang Rahasia”), kumpulan puisi Aljazair paling signifikan yang pernah ditulis dalam bahasa Prancis. Mengambil inspirasi dari akar Berber-nya serta dari pasca-Simbolisme Eropa modern, Amrouche bersaksi tentang kemurnian asal-usulnya, membangkitkan pencarian akan tanah air yang hilang dan rasa kemuliaan leluhur.

Sebagai seorang penulis lirik ulung, ia membungkus syairnya yang ditulis dalam bahasa pinjaman penguasa kolonial, dengan keindahan yang fasih dan mengalir. Karya-karya selanjutnya termasuk terjemahan lirik Berber ke dalam bahasa Prancis dan sebuah esai, “L’Éternel Jugurtha” (1946), yang menjadi pernyataan definitif tentang identitas Maghrib yang terkoyak oleh kompleks akulturasi dan keterasingan. Amrouche mengajar dan memproduksi acara radio di mana ia mewawancarai para penulis. Di tahun-tahun terakhirnya, ia menyiarkan seruan untuk perjuangan Aljazair kepada rakyat Prancis. Ia meninggal pada tanggal 16 April 1962 di Paris.

Karya Jean Amrouche di atas diterjemahkan oleh Salman Yoga S dalam rangka menduniakan Bahasa Gayo melalui penerjemahan karya-karya penulis sastra dunia ke dalam Bahasa Gayo. *[SY]*

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.