TAKENGON-LintasGAYO.co : Warga di Kampung Mongal, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah, kini mulai mengeluhkan banjir yang terus-terusan melanda kawasan kampung mereka saat hujan turun.
Warga pun mulai lelah, saat hujan turun harus memindahkan barang-barangnya ke tempat yang tidak tergenang air.
“Kondisi ini sudah sejak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 silam, dan sampai saat ini saat hujan warga harus memindahkan barang-barangnya,” kata salah seorang warga Mongal, Aman Naira, Rabu 8 April 2026.
Menurut dia, di tahun 2000-an, Mongal memiliki drainase yang lebar dan dalam, tapi semenjak jalur dua di bangun drainase malah mengecil.
“Pemkab sudah beberapa kali membersihkan drainase, namun banjir selalu datang. Kapasitas drainase di Simpang Mongal sudah tak sanggup menampung air yang datang dari arah Paya Tumoi, Tajuren dan dari arah SMKN 3 Takengon,” terangnya.
Disampaikan lagi, dirinya juga sudah pernah langsung menyampaikan masalah tersebut ke BPBD, namun karena masalah teknis BPBD mengarahkan ke Dinas PUPR.
“Saat kami konfirmasi ke PUPR, katanya itu wewenang BPJN Aceh, dan saat kita konfirimasi kesana BPJN Aceh mengatakan, 2024 lalu sudah mengusulkan perbaikan drainase, namun drainase keluaran air harus dibangun oleh pihak Kabupaten,” terangnya.
Ia pun menyesalkan saling lempar tanggung jawab dari pihak pemerintahan tersebut. Ia berharap, pemerintah tingkatan apapun itu pasti memiliki koordinasi yang jelas.
“Jika hanya mengandalkan saling lempar wewenang, kapan selesainya masalah ini. Gak akan pernah selesai, kami berharap pemerintah berkoordinasi mencari solusi agar penanganan banjir yang sudah bertahun-tahun disini bisa teratasi,” demikian Aman Naira.
[Darmawan]





