TAKENGON-LintasGAYO.co: Setelah melalui proses dan penantian panjang akhirnya Film Black Coffee yang diangkat dari kisah nyata di tanah Gayo saat ini sudah memasuki tahap-tahap akhir.
Rumah Produksi (Production Hourse / PH) Heart Fictures selaku yang punya gawean melalui akun resminya mempublikasi tahapan final itu dengan melaksanakan First Look (Tampilan Perdana) pada 13 Mart 2026 di Jakarta.
First Look adalah tahapan pemutaran perdana sebuah film untuk kalangan terbatas (Official First Look Film) sebagai pertanda bahwa sebuah produksi sinema menjelang tuntas menuju launching.
Film pertama yang secara keseluruhan shoting dan mengambil setting di tanah Gayo ini terinsirasi dari kisah nyata, karya dan hasil riset mendalam dari seorang sutradara kenamaan Indonesia Jeremias Nyagoen.
“Sebuah cerita tentang perjuangan, keluarga dan harapan akan segera kami bagikan. Berijin, sudere-sudere. Film Black Coffee, SEGERA,” tulis PH Heart Fictures.
Sementara itu, sejumlah crew dan pemain Film Black Coffee di Kota Takengon menyambut kesuksesan tahapan produksi film tersebut dengan mengadakan silaturrahmi dan buka puasa bersama (Bukber) di salah satu caffee di kawasan jalan Soekarno-Hatta, Kebet.
Diantara mereka yang tampak hadir mulai dari Coordinator Talen (Telco) Lokal, pemain pemeran anak-anak Gayo, pemain pemeran perempuan Gayo dan pengutip kupi, extras/piguran serta sejumlah cerewe dan PU.
Kepada media ini translitartor serta coach language bahasa Gayo Film Black Coffee Salman Yoga S didampingi Windi Kurniawan selaku Coordinator Talen (Telco) lokal Jumat, 13/3/2026 menyambut baik dan bersyukur atas keberhasilan produksi Film Black Coffee yang telah memasuki tahap-tahap finis tersebut.
“Kami seluruh crewe dan pemain di Takengon serta Bener Meriah menyambut dengan gembira dan penuh rasa syukur atas keberhasilan produksi Film Black Coffee yang telah memasuki tahap-tahap finis. Semoga film pertama yang keseluruhan pengambilan gambarnya di tanah Gayo ini dapat segera dinikmati khalayak,” jelasnya.
[AR]






