Beda Kewajiban Shalat, Zakat dengan Puasa

oleh
oleh

Oleh : Dr. Jamhuri Ungel, MA*

Banyak kewajiban-kewajiban yang diperintahkan oleh Allah SWT kepada kita sebagai hambaNya untuk dilaksanakan. Ada kewajiban yang mesti dilakukan setiap harinya, ada juga kewajiban yang dilaksanakan seminggu sekali, ada juga kewajiban yang dilaksanakan setahun sekali, dan bahkan ada kewajiban yang mesti dilakukan dalam seumur hidup hanya sekali.

Di antara kewajiban-kewajiban yang mesti kita lakukan ini tersusun dalam rukun Islam yaitu mendirikan salat, membayar zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, naik haji ke Baitullah bagi mereka yang mampu melaksanakannya ditambah di awalnya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat. Kewajiban-kewajiban ini kita temukan secara tegas diperintah di dalam kitab suci Alqur’an dan dijelaskan di dalam kitab-kitab hadis Rasulullah SAW.

Di antara empat kewajiban sebagaimana disebutkan dalam rukun islam tersebut kita bisa mengelompokkan kepada dua kelompok. Yang pertama adalah kewajiban shalat, kewajiban zakat dan kewajiban melaksanakan ibadah haji.

Tiga kewajiban ini bila kita perhatikan di dalam Alqur’an dan hadis nabi bahwa shalat diperintahkan kepada kita dalam tiga waktu yaitu shalat subuh, shalat siang dan shalat malam dengan jumlah 5 kali pelaksanaan yaitu shalat subuh, shalat zuhur, shalat ashar, shalat magrib dan shalat Isya.

Kelima shalat ini wajib dilaksanakan dalam setiap hari dengan ketentuan baru dikatakan perbuatan shalat ini sah apabila memenuhi syarat-syarat dan rukun-rukun.

Di antara syarat-syarat yang harus dilakukan dan tidak boleh ditinggalkan adalah berwudhuk, menutup aurat, menghadap kiblat dan lain-lain. Apabila syarat-syarat ini tidak dilakukan maka perbuatan shalat itu tidak sah.

Perbuatan lain yang juga sama pentingnya adalah mengerjakan rukun-rukun dari shalat tersebut. Yang dimaksudkan dengan rukun adalah perbuatan yang termasuk menjadi bagian dari perbuatan shalat yaitu mulai dari perbuatan takbir sampai kepada perbuatan salam dengan diselingi oleh bacaan-bacaan dan gerakan-gerakan tertentu.

Apabila perbuatan ini tidak dilakukan maka shalat tidak pernah dianggap ada atau mereka yang melakukan perbuatan shalat tersebut dianggap sebagai perbuatan yang sia-sia.

Demikian juga halnya dengan perbuatan zakat. Perbuatan ini juga diperintahkan di dalam kitab suci Alqur’an dan dijelaskan dengan hadis-hadis nabi SAW. Apabila perbuatan-perbuatan ini tidak memenuhi syarat-syarat dan rukun-rukun yang sudah ditentukan maka perbuatan ini juga dianggap sebagai sebuah perbuatan yang tidak mempunyai arti atau tidak mempunyai manfaat sama halnya dengan perbuatan shalat.

Selanjutnya juga perbuatan haji di mana muslim yang melaksanakan ibadah haji sebagai kewajiban seumur hidup sekali disuruh secara tegas melaksanakan ibadah haji dengan ketentuan syarat-syarat dan rukun-rukun ibadah haji. Apabila juga ini tidak dilaksanakan maka biaya dan tenaga yang habis akan dianggap sia-sia karena ketidakpatuhan dan ketidaktaatan terhadap apa-apa yang diperintah oleh Allah dan nabi SAW.

Karena itu ketika perbuatan wajib kita harus betul-betul mengerjakannya dengan tidak mengabaikan satupun di antara syarat-syarat dan rukun-rukun sebagaimana yang disebutkan di dalam kitab-kitab yang ditulis oleh ulama yaitu kitab-kitab fiqih.

Berbeda halnya dengan ibadah puasa di mana kewajiban ibadah puasa ini merupakan kewajiban satu bulan penuh dalam satu tahun. Dalam satu bulan tersebut baik siang ataupun malam maka dianggap atau ditetapkan sebagai bulan Ramadhan dan di dalam bulan Ramadhan ini kita diperintahkan berpuasa.

Perbedaan yang kita temukan bila kita memperhatikan secara seksama dan membaca secara teliti ayat-ayat Alqur’an yang berhubungan dengan puasa maka untuk puasa tidak ada perintah atau juga bisa kita katakan tidak ada suatu perbuatan yang harus kita lakukan ketika kita melakukan ibadah puasa.

Allah SWT di dalam Alquran ketika menyebutkan tentang puasa, Allah tidak menggunakan lafazh perintah tetapi Allah menggunakan lafazh yang bersifat “habariyah ” atau kalimat berita, berbeda halnya dengan kewajiban shalat dan haji.

Untuk kewajiban yang tiga ini sebagaimana disebutkan bahwasanya Allah secara tegas memerintah dengan menggunakan ” fi’il Amar” artinya semua yang diperintahkan yang berhubungan dengan ibadah tersebut maka seorang muslim harus melaksanakannya.

Lafazh yang digunakan untuk puasa adalah firman Allah yang berbunyi ya ayyuhalladzina amanu kutiba ‘alaikumusshiam dan seterusnya. Ayat ini bila kita pahami maka tidak ada di dalam ayat tersebut suatu kata yang berbentuk perintah dan juga tidak ada suatu ungkapan yang mengatakan bahwa puasa itu adalah wajib atau fardhu.

Kata yang digunakan di dalam ayat ini adalah kata-kata ” kutiba”. Kata “kutiba” ini diartikan dengan ditulis “bukan diwajibkan”.

Ulama memahami bahwa kata “kutiba” dengan “furidha” atau ” wujiba” dimaknai dengan difardhukan atau diwajibkan sehingga diterjemahkan ayat tersebut dengan ‘diwajibkan atas kamu berpuasa’.

Ekspresi yang dilaksanakan oleh kaum muslimin atau orang yang bertakwa di dalam melaksanakan ibadah puasa karena tidak ada suatu perintah apa yang harus dilakukan selain berpuasa. Ulama msmaknai puasa dengan imsak yaitu menahan diri dari makan dan minum dan perbuatan-perbuatan yang dilarang lainnya mulai semenjak terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari .

Sedangkan untuk perbuatan-perbuatan selain puasa kita diperintah sebagaimana halnya shalat, baik shalat wajib ataupun shalat sunat serta zakat sebagaimana kita melaksanakannnya pada bulan-bulan yang lain.

Sedangkan untuk puasa kita tidak disuruh untuk melakukan apapun sehingga banyak di antara orang yang berpuasa, setelah makan sahur dan shalat subuhmereka melakukan aktivitas apapun sepanjang tidak membatalkan puasa.

Ada sebagian orang yang mulai pagi sampai sore memancing ikan alasannya karena mereka puasa. Ada orang yang pada bulan Ramadhan melakukan ‘hangout’ sampai sore alasan mereka adalah melalaikan puasa. Ada sebagian lagi di bulan Ramadhan selesai shalat subuh mereka tidur kemudian siang bangun untuk shalat setelah itu mereka tidur lagi sampai sore karena alasan mereka sedang berpuasa.

Ada lagi sebagian dari orang-orang yang berpuasa mereka tidak melakukan perbuatan rutinitas secara maksimal karena alasan berpuasa seperti seorang dosen mengatakan mereka dalam bulan puasa tidak masuk mengajar karena alasan mereka ingin beribadah. Demikian juga dengan seorang pegawai mereka mengatakan tidak masuk kantor atau cepat pulang dari kantor atau tidak melakukan aktivitas kantor secara penuh karena alasan puasa.

Jadi ekspresi mereka yang berpuasa berbeda-beda karena Allah tidak menegaskan perbuatan-perbuatan apa yang harus dilakukan bagi mereka yang sedang berpuasa.

Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa sebelas bulan selain dari bulan Ramadhan kita sebagai umat muslim selalu melakukan perbuatan atas dasar perintah. Semua perbuatan-perbuatan yang kita lakukan kalau ada perintah, kalau tidak ada perintah maka perbuatan-perbuatan tersebut kita abaikan atau kita tidak mau melaksanakan perbuatan-perbuatan tersebut kendatipun sebenarnya perbuatan itu memberi manfaat untuk diri kita atau juga memberi manfaat kepada orang banyak.

Sedangkan satu bulan yaitu bulan ramadhan dibedakan dengan sebelas bulan yang lainnya di mana pada bulan ramadhan Allah tidak menyuruh kita untuk melakukan apapun. Tetapi semua perbuatan diserahkan kepada kita sendiri.

Lalu apakah kita bisa mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik di dalam bulan ramadhan lebih baik dari bulan-bulan yang lain dengan tidak adanya perintah dari Allah dan Rasul. Yang lebih istimewa lagi adalah Allah melipatgandakan pahala amal ibadah kita pada bulan ramadhan terhadap perbuatan-perbuatan yang diperintah pada bulan yang lain.

Manusia tidak berhak menilai berapa nilai puasa yang dilakukannya karena pemberian nilai itu hanya milik Allah. Allah mengatakan di akhir ayat surat al-baqarah ayat 183 bahwa ‘mudah-mudahan orang yang mampu memahami puasa secara benar Allah berharap kehidupan mereka menjadi orang-orang yang bertakwa’. Artinya kita akan hidup menjadi lebih baik dan beramal terus secara baik kendatipun tidak diperintah oleh Allah SWT. []

 

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.