Nuzul al-Qur’an

oleh
oleh

Oleh : Dr. Jamhuri Ungel, MA*

Bulan ramadhan, pada bulan ini diturunkan Alqur’an sebagai petunjuk bagi manusia, sebagai penjelasan mengenai petunjuk-petunjuk itu serta pembeda antara yang hak dan yang bathil.

Dari makna ayat ini bisa kita pahami bahwa Alqur’an diturunkan pada bulan Ramadhan. Apakah seluruh ayat dari Alqur’an diturunkan pada bulan Ramadhan atau sebagiannya diturunkan pada bulan Ramadhan dan sebagian yang lainnya diturunkan pada bulan-bulan selain dari bulan Ramadhan atau Alqur’an diturunkan pertamanya adalah di bulan Ramadhan sedangkan yang lainnya diturunkan boleh jadi pada bulan Ramadhan atau pada bulan-bulan yang lain.

Dalam hal ini ulama berbeda pendapat dan kebanyakan ulama mengatakan bahwa awal dari turunnya Alqur’an atau surat pertama dari Alqur’an diturunkan pada bulan Ramadhan.

Sedangkan yang lain mengatakan bahwa turunnya Alqur’an pada bulan Ramadhan adalah Alqur’an yang diturunkan dari Allah ke Luh Mahfudz yaitu sekaligus pada bulan Ramadhan, sedangkan dari Luh Mahfudz diturunkan ke dunia pada awalnya adalah menurut kebanyakan ulama mengatakan diturunkan pada bulan Ramadhan.

Di dalam ayat tersebut dikatakan bahwa Alqur’an turun di bulan Ramadhan karena itu kita meyakini berdasarkan ayat tersebut bahwa Alqur’an diturunkan pada bulan Ramadhan, namun Alqur’an sendiri tidak secara tegas mengatakan bahwa Alqur’an itu turun di awal Ramadhan, pertengahan Ramadhan atau di akhir Ramadhan. Untuk hal ini tidak ada sebuah isyarat yang tegas baik dari Alqur’an itu sendiri ataupun dari hadis nabi.

Dari petunjuk-petunjuk yang ada maka kebanyakan ulama mengatakan bahwa turunnya Alqur’an adalah pada malam 17 Ramadhan sehingga kini kita memperingati turunnya Alquran itu adalah pada malam 17 Ramadhan yang kita sebut dengan malam nuzul Alqur’an atau malam turunnya Alqur’an.

Bila kita kaji dengan lebih mendalam maka sangat sulit kita memastikan kapan malam 17 Ramadhan itu sendiri, karena sebagian dari kita mengatakan bahwa untuk tahun ini malam 17 Ramadhan adalah malam Jumat dan sebagian lagi mengatakan pada malam Sabtu.

Dari sini memunculkan kesulitan bagi kita mengatakan secara tegas bahwa turunnya Alqur’an bisa disepakati waktu turunnya namun berbeda dalam menentukan jumlah apakah malam 17 itu pada malam 18 atseorang pengkaji tentang turunnya Alqur’an di mana menjadi tradisi atau adat bagi kita bahwa kita menyebut malam turunnya Alqur’an sedangkan dalam riwayat-riwayat kita baca bahwa Alqur’an yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad yakni diau malam ke berapa.

Di sisi lain juga memerlukan analisis yang memunculkan pemikiran bagi kita sebagai Gua Hira atau di Jabal Nur apakah dalam waktu malam hari atau siang hari, yang jelas kita memperingati turunnya Alquran itu dalam waktu yang sering pada malam hari.

Kemudian Alqur’an diturunkan oleh Allah swt sebagai petunjuk bagi manusia artinya bila dipahami kata-kata ini maka Alqur’an bukan hanya petunjuk bagi muslim atau orang beriman tetapi juga merupakan petunjuk bagi seluruh umat manusia.

Dari sini bisa kita pahami bahwa Alqur’an itu diturunkan sebagai rahmatan lil ‘alamin artinya bukan hanya rahmat bagi orang yang beriman atau rahmat bagi orang yang muslim tetapi mencakup seluruh manusia bahkan alam seluruhnya mendapat rahmat dari turunnya Alqur’an.

Dalam ayat yang lain Allah menegaskan bahwa Alqur’an merupakan petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa. Dalam ayat ini jelas bahwa pembatasan petunjuk yang dimaksudkan oleh Allah adalah khusus kepada orang-orang yang bertakwa bukan kepada seluruh manusia karena hanya orang-orang yang bertakwa yang mampu memahami atau mengimani masalah-masalah yang berhubungan dengan alam gaib.

Karena itu dari dua ayat tersebut kita memahami bahwa mereka yang bukan muslim atau yang tidak beriman apabila mengikuti atau menaati ajaran-ajaran yang ada di dalam Alqur’an maka mereka akan mengatakan yang baik adalah baik dan yang buruk adalah buruk sehingga kita tidak bisa mengatakan seluruh perilaku mereka yang non muslim adalah buruk dan seluruh perilaku muslim adalah baik.

Dalam hal ini baik dan buruk amalan manusia itu dapat diukur dengan standar menggunakan ayat-ayat Alqur’an.

Di sisi lain bisa kita pahami bahwa kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh manusia baik sebagai non muslim atau muslim adalah kebaikan-kebaikan yang berfokus pada kebaikan hidup di dunia namun ketika berbicara tentang kebaikan-kebaikan yang berhubungan dengan keyakinan seperti keyakinan pada alam gaib maka kita harus membatasi bahwasanya kebaikan-kebaikan yang dilakukan berdasarkan keyakinan itu hanyalah kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh kaum muslimin dan orang-orang yang bertakwa.

Sehingga kesempurnaan Alqur’an sebagai Hudan adalah petunjuk untuk kebaikan-kebaikan dalam kehidupan dunia dan juga dalam kehidupan-kehidupan masalah gaib sehingga bagi Muslim dan beriman mendapatkan kebaikan atau petunjuk dari Alqur’an untuk kebutuhan hidup di dunia dan kebutuhan hidup di akhirat kelak.

Dalam realita kehidupan di dunia saat ini bisa kita katakan semua orang berusaha melakukan kebaikan, semua orang ingin apa yang mereka lakukan adalah bermanfaat untuk orang lain, tidak ada atau hampir jarang orang yang menghendaki kepada perilaku, perbuatan atau apapun yang mereka lakukan bertentangan dengan kehendak semua manusia.

Hal ini bisa kita lihat bagaimana kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia sekarang ini atau masa yang akan datang sehingga mereka yang tidak menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka tidak mungkin menggapai kesejahteraan hidup di dunia ini.

Hal ini kita sebutkan karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi bukanlah semata perbuatan manusia yang muslim bahkan bila kita lihat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi maka peran mereka yang non muslim lebih terdepan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengembangan serta penggunaan teknologi.

Jadi dari sini bisa disimpulkan bahwa Alqur’an sebagai Hudan bukanlah semata menjadi petunjuk atau pegangan bagi orang-orang yang muslim, beriman atau bertakwa tetapi juga menjadi panduan bagi mereka-mereka yang non muslim hanya saja dibedakan bahwa mereka mereka yang muslim, mukmin dan Muttaqin adalah orang-orang yang menjadikan Alqur’an sebagai panduan tidak hanya untuk kehidupan di dunia tetapi juga untuk kehidupan di akhirat kelak.

Sedangkan bagi mereka yang non muslim menjadikan Alqur’an sebagai panduan untuk kehidupan di dunia semata dan tidak menjadikannya sebagai panduan untuk kehidupan di akhirat kelak.

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.