Oleh : Dr. Jamhuri Ungel, MA*
Hari ini Rabu, 28 Januari 2026 Alhamdulillah perjalanan spiritual masih terjadi. Setiap hari sebagai rutinitas pagi saya berjalan atau berolahraga menggunakan treadmill. Hal yang terjadi pada hari ini bukanlah yang pertama tetapi sudah pernah terjadi pada waktu-waktu sebelumnya. Hari ini muncul kembali perjalanan spiritual ketika saya sedang melakukan olah raga menggunakan treadmill pada jam 7.15 wib.
Saya tidak menghitung menit dan jam karena saya tidak bisa melihat jam yang ada di dinding dan angka yang terpampang di treadmill. Saya hanya mendengar bunyi detak jarum jam tetapi saya membiasakan menghitung dengan membaca ayat Kursi sebanyak 100 kali yang diawali dengan surat Alfatihah.
Dan ketika bacaan sampai 100 kali biasa sudah mencapai sekitar 60 menit perjalanan, sambil terus membaca ayat kursi treadmill berjalan menelusuri jalan setapak menuju pegunungan, tanah-tanah di sekitar nampak gersang terus berjalan dengan dakian yang terjal sampai memasuki perkebunan yang luas di lereng pegunungan dan lembah.
Sepanjang perjalanan di lereng gunung dihiasi dengan pemandangan perkebunan. Perjalanan treadmill terkadang membawa saya menelusur jalan setapak dengan dakian yang terkadang sangat tinggi, terkadang datar dan terkadang berjalan menuju ke lembah yang sangat dalam.
Disekitar saya masih terbentang pemandangan perkebunan yang sangat subur dan luas seluas mata memandang. tetapitetap di sekitar saya adalah perkebunan.
Perjalanan yang saya alami bukan jalan yang pernah saya lalui, bukan perkebunan yang saya miliki dan bukan juga perkebunan orang lain yang saya kenal. Tempatnya saya tidak tahu. Saya yakin ini adalah sebuah perjalanan spiritual yang diberikan oleh Allah kepada saya karena kondisi mata saya tidak bisa melihat maka Allah memberikan pemandangan sebagai hiburan yang hanya saya sendiri yang dapat melihat dan mengalami.
Saya juga yakin apa yang saya lihat adalah riil dan kondisi saya sadar. Saya bisa berkomunikasi dengan orang lain, buktinya ketika sampai menit ke 53 orang rumah mengingatkan saya bahwa perjalanan treadmill sudah mencapai 53 menit.
Masih sambil membaca ayat kursi, saya menjawab perjalanan sedang menuju lembah yang dalam, kemudian perjalanan terus saya lakukan tanpa henti sampai hitungan 100 kali bacaan ayat Kursi dan akhirnya berhenti pada hitungan 65 menit perjalanan. []





